Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Februari 4, 2023
redaksi@topcareer.id
Tren

Mau Jadi Digital Nomad? Perhatikan Beberapa Hal Ini (Bagian 2)

Gaya kerja baru, digital nomadGaya kerja baru, digital nomad (sumber: Forbes)

Topcareer.Id – Ketika mendengar digital nomad, kebanyakan yang terpikir di benak kita adalah kebebasan untuk bekerja di mana saja, sembari bertualang dan bertemu dengan orang-orang baru.

Kabar baiknya, semua itu memang benar adanya. Namun tidak semenyenangkan itu karena ada banyak hal-hal lain yang perlu kamu perhatikan. Seperti tidak adanya penghasilan bulanan yang pasti, hingga jadwal pembayaran fee yang terkadang bisa ngaret cukup lama.

Oleh karena itu, mendapatkan beberapa pintu pemasukan saja belum cukup untuk memulai pekerjaan sebagai digital nomad. Perhatikan dulu beberapa poin penting ini, agar mimpi indah yang kamu jalani, tidak beruabh menjadi mimpi buruk.

Bagian akhir dari artikel.

Ketahuilah akses untuk Mendapatkan Job Baru
Bertahan dengan dua atau tiga klien tidak akan membuat situasi nomadmu menjadi lebih aman di kemudian hari. Kamu harus tetap memiliki pintu-pintu baru, yang bisa mendatangkan dan mengamankan pemasukanmu di setiap bulannya.

Dengan lokasi kamu yang tidak tentu, kamu harus memiliki akses untuk mencari pintu-pintu klien baru. Salah satu yang termudah adalah melalui internet.

Sebagai contoh, ada beberapa situs pencarian pekerjaan yang bisa kamu coba, seperti Remote.co yang menawarkan pekerjaan jarak jauh yang mencakup ranah internasional, atau situs-situs pencarian pekerjaan umum lainnya macam Indeed, Monster, dan Glassdoor.

Gunakan kata kunci dan filter untuk menelusuri jenis pekerjaan yang kamu inginkan, dan pastikan untuk membaca cetakan kecil, yang berisikan syarat dan ketentuannya.

Proaktif dalam hal Komunikasi
Ingatlah bahwa komunikasi memerlukan sedikit usaha saat kamu tidak berada di ruangan yang sama. Dan ini akan semakin menantang saat kamu tidak berada di zona waktu yang sama.

Untuk itu, belajarlah untuk proaktif dalam berkomunikasi. Kamu juga bisa mengirimkan daftar tugas yang sudah kamu kerjakan di setiap harinya, untuk menunjukkan kepada mereka tentang progress yang telah kamu lakukan.

Ingat, ketika klien tidak menghubungi atau berkomunikasi denganmu dalam satu hari, bukan berarti jika itu membuatmu bisa bermalas-malasan dan menunda tugas-tugas yang perlu kamu lakukan.

Selalu kerjakan semuanya sesuai jadwal. Jangan menunggu untuk diminta!

Baca juga: 5 Alasan Sales Masih Jadi Karier Yang Baik

Perhatikan Keseimbangan Kehidupan Kerja
Masih bersangkutan dengan poin di atas, terkadang perbedaan zona waktu, atau minimnya pengawasan dari klien, membuat kita tergoda untuk membiarkan hari kerja meregang lebih lama dari yang seharusnya.

Jika tidak lekas disadari, perlahan-lahan ini akan memakan seluruh waktu kamu, dan membuatmu terus terjebak dalam pekerjaan.

Untuk menghindari itu, tetapkanlah target atas semua pekerjaan yang kamu lakukan. Hindari distraksi-distraksi yang mungkin muncul selama kamu bekerja, dan usahakan untuk berhenti tepat di akhir jam kerja, dengan hasil yang maksimal, bahkan lebih.

Ingat, jangan biarkan kemalasan membuat kamu mengorbankan waktu luangmu. Tidak ada gunanya menjadi digital nomad jika kamu hanya menghabiskan waktu menatap layar, seperti yang kamu lakukan di rumah.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan