Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, April 14, 2024
redaksi@topcareer.id
Tren

Studi: Konsumsi Alkohol Sedang hingga Berat Tingkatkan Risiko Stroke

Ilustrasi alkohol. Dok/Worcester Polytechnic InstituteIlustrasi alkohol. Dok/Worcester Polytechnic Institute

Topcareer.Id – Orang-orang berusia 20-an dan 30-an yang minum alkohol dalam jumlah sedang hingga berat, lebih mungkin mengalami stroke saat dewasa, daripada bukan peminum atau orang yang minum ringan, sebuah studi baru menunjukkan.

Para peneliti mengatakan, risikonya meningkat seiring bertambahnya tahun. Temuan itu muncul Rabu di Neurology, jurnal American Academy of Neurology.

Penelitian menyebutkan, lebih dari 90% beban stroke secara keseluruhan dapat dikaitkan dengan faktor risiko yang berpotensi dapat dimodifikasi, termasuk konsumsi alkohol.

“Pembatasan konsumsi harus ditekankan pada orang dewasa muda dengan kebiasaan minum berat, sebagai bagian dari strategi apa pun untuk mencegah stroke,” kata Dr. Eue-Keun Choi, rekan penulis studi, dalam rilis berita.

Choi adalah ahli jantung intervensi dan profesor di Departemen Penyakit Dalam di Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul di Republik Korea.

Bagaimana jalan studi?

Untuk studi ini, para peneliti memeriksa catatan dari database kesehatan nasional Korea untuk orang-orang berusia 20-an dan 30-an. Mereka menjalani empat pemeriksaan kesehatan tahunan, ditanya tentang konsumsi alkohol mereka setiap tahun, dan diikuti selama rata-rata enam tahun.

Peserta penelitian ditanya jumlah hari per minggu mereka minum alkohol dan jumlah minuman standar yang mereka minum setiap kali.

Sebagai catatan, orang yang minum 105 gram atau lebih per minggu (sama dengan 15 gram per hari, atau sedikit lebih dari satu gelas per hari) dianggap peminum sedang atau berat.

Peminum ringan mengkonsumsi kurang dari 105 gram alkohol setiap minggu, atau kurang dari 15 ons per hari.

Sebuah minuman standar di Amerika Serikat mengandung sekitar 14 gram alkohol, yang setara dengan 12 ons bir, lima ons anggur atau 1,5 ons minuman keras, sebuah rilis berita mencatat.

Baca juga: Pemerintah Jepang Ajak Penduduknya untuk Lebih Banyak Minum Alkohol

Hasilnya, dari lebih dari 1,5 juta peserta, 3.153 mengalami stroke selama studi nasional.

Orang dewasa muda yang peminum sedang hingga berat selama dua tahun atau lebih, kira-kira 20% lebih mungkin mengalami stroke daripada peminum ringan atau bukan peminum.

Meningkat belakangan ini

Risiko stroke meningkat, seiring dengan meningkatnya penggunaan alkohol sedang hingga berat meningkat, demikian pula risiko stroke, terutama stroke hemoragik, atau stroke yang disebabkan oleh pendarahan di otak.

Orang dengan dua tahun minum sedang hingga berat, memiliki peningkatan risiko 19%, yang naik menjadi 22% setelah tiga tahun, dan 23% setelah empat tahun.

Para peneliti mengatakan, mereka memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi risiko stroke, seperti tekanan darah tinggi, merokok, dan indeks massa tubuh.

the authorFeby Ferdian

Leave a Reply