Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Desember 2, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

Setelah Ultimatum Elon Musk, Karyawan Twitter Mulai Pergi

Sumber foto: freepik.comSumber foto: freepik.com

Topcareer.id – Ratusan karyawan Twitter diperkirakan akan meninggalkan perusahaan menyusul ultimatum dari pemilik baru Elon Musk bahwa staf diberi pilihan untuk mau bekerja “berjam-jam dengan intensitas tinggi” atau pergi.

Dalam jajak pendapat di aplikasi tempat kerja, Blind, sebanyak 42% dari 180 orang memilih jawaban untuk “Mengambil opsi keluar, bebas!”

Seperempat mengatakan mereka telah memilih untuk tetap “dengan tidak antusias,” dan hanya 7% dari peserta jajak pendapat mengatakan mereka “menjawab ya untuk tetap bekerja keras.”

Musk bertemu dengan beberapa karyawan top untuk mencoba dan meyakinkan mereka untuk tetap tinggal, kata seorang karyawan saat ini dan karyawan yang baru saja keluar.

Meskipun tidak jelas berapa banyak karyawan yang memilih untuk tetap, angka-angka tersebut menyoroti keengganan beberapa staf untuk tetap berada di perusahaan di mana Musk telah buru-buru memecat setengah karyawannya termasuk manajemen puncak.

Musk juga dengan kejam mengubah budaya untuk menekankan jam kerja yang panjang dengan kecepatan yang intens.

Musk turun ke Twitter pada Kamis malam (17/11) dan mengatakan bahwa dia tidak khawatir tentang pengunduran diri karyawan karena “orang-orang terbaik masih tetap tinggal.”

Miliarder terkaya di dunia itu juga menambahkan bahwa penggunaan Twitter telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa.

Setelah kehilangan banyak anggota tim komunikasinya, perusahaan enggan menanggapi permintaan komentar dari media.

Stabilitas platform
Kepergian banyak engineer Twitter yang bertanggung jawab untuk memperbaiki bug dan mencegah pemadaman layanan, menimbulkan pertanyaan tentang stabilitas platform di tengah hilangnya banyak karyawan.

Pada Kamis malam (17/11), versi aplikasi Twitter yang digunakan oleh karyawan mulai melambat, menurut salah satu sumber yang mengetahui masalah tersebut.

“Jika platform rusak, tidak ada yang tersisa untuk memperbaiki banyak hal di bagian IT,” kata mantan karyawan yang menolak disebutkan namanya.

Baca juga: Mantan CEO Twitter Enggan Kembali, Elon Musk Bakal Cari Pemimpin Baru

Laporan pemadaman Twitter meningkat tajam dari kurang dari 50 menjadi sekitar 350 laporan pada Kamis malam (17/11), menurut situs web Downdetector yang melacak pemadaman situs web dan aplikasi.

Musk telah mengirim email kepada karyawan Twitter, mengatakan: “Ke depan, untuk membangun terobosan Twitter 2.0 dan berhasil di dunia yang semakin kompetitif, kita harus sangat hardcore”

Email tersebut meminta staf untuk mengklik “ya” jika mereka ingin bertahan. Mereka yang tidak menjawab sampai jam 5 sore, maka hari Kamis (17/11) akan dianggap telah berhenti dan diberikan paket pesangon.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan