Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, April 21, 2024
redaksi@topcareer.id
Profesional

Robot Bakal Masuki Dunia Pekerjaan Menjahit Celana Jeans

Topcareer.id – Akankah robot bisa membuatkan celana blue jeans untuk kamu?

Perusahaan pakaian dan teknologi Siemens AG Jerman (SIEGn.DE) dan Levi Strauss & Co (LEVI.N) tengah serius mengerjakan proyek ini.

“Pakaian adalah industri bernilai triliunan dolar terakhir yang belum terotomatisasi,” kata Eugen Solowjow, yang mengepalai proyek di laboratorium Siemens di San Francisco.

Gagasan menggunakan robot untuk mengembalikan lebih banyak manufaktur dari luar negeri mendapatkan momentum selama pandemi karena rantai pasokan yang kacau menyoroti risiko mengandalkan pabrik yang jauh.

Banyak pembuat pakaian jadi ragu-ragu untuk berbicara tentang pencarian otomasi — karena hal itu memicu kekhawatiran bahwa pekerja di negara berkembang akan menderita.

Seorang juru bicara Levi’s mengatakan dia dapat mengonfirmasi bahwa perusahaan berpartisipasi dalam fase awal proyek tetapi menolak berkomentar lebih lanjut.

Menjahit menimbulkan tantangan khusus untuk otomatisasi
Tidak seperti bemper mobil atau botol plastik, yang bentuknya solid sehingga robot mudah menanganinya.

Bahan kain itu terkulai lemas dan memiliki ketebalan serta tekstur yang tak ada habisnya.

Robot tidak memiliki sentuhan cekatan yang mungkin dilakukan oleh tangan manusia.

Yang pasti, otomatisasi menggunakan robot akan meningkat, tetapi akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk sepenuhnya bisa mengembangkan kemampuan robot untuk menangani kain, menurut lima peneliti yang diwawancarai oleh Reuters.

Pekerjaan di Siemens berkembang dari upaya membuat perangkat lunak untuk memandu robot yang dapat menangani semua jenis bahan fleksibel, seperti kabel kawat tipis.

Baca juga: Tips Amankan Karier dari Ancaman Robot

Perusahaan juga menyadari bahwa salah satu target paling matang untuk otomatisasi dengan robot adalah pakaian.

Pasar pakaian global diperkirakan bernilai $1,52 triliun, menurut platform data independen Statista.

Siemens bekerja sama dengan Advanced Robotics for Manufacturing Institute di Pittsburgh untuk mengatasi masalah floppy fabric atau bahan kain yang lemas.

Alih-alih mengajari robot cara menangani kain, perusahaan rintisan, Sewbo Inc., mengeraskan kain dengan bahan kimia sehingga dapat ditangani lebih seperti bemper mobil selama produksi oleh robot.

Setelah selesai, pakaian yang keras tersebut jadi dicuci untuk menghilangkan zat yang kaku.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply