Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, June 23, 2024
redaksi@topcareer.id
ProfesionalTren

Lima Tips Cegah Stres Kerja untuk Guru

Ilustrasi khawatir soal keuangan berlebihan bisa menimbulkan penyakit berbahaya - stres.Ilustrasi khawatir soal keuangan berlebihan bisa menimbulkan penyakit berbahaya - stres. (Dok/MIBlues Perspectives)

Topcareer.id – Hampir setiap pekerjaan atau profesi pasti punya kadar stresnya masing-masing. Profesi guru ternyata juga dianggap rentan alami stres kerja. Tapi, tak perlu khawatir, selalu ada cara untuk menangani stress kerja.

Artikel The Hill yang terbit pada Juni 2022 menunjukkan bahwa guru AS mengalami stres kerja dua kali lipat dari stress tenaga kerja umum. Meskipun angka kejadian di Indonesia belum pernah dilaporkan, bukan berarti guru tidak berisiko mengalami stress selama melaksanakan tugasnya.

Dosen Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya, Uswatun Khasanah mengatakan, meski tidak semua stressor dapat dihindari atau dihilangkan, namun para guru perlu mempelajari dan membiasakan diri melakukan beberapa strategi sehingga tidak mudah stress selama bekerja.

1. Identifikasi

Ia menyampaikan, sebagai seorang guru yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami stress akibat rutinitas kerja sehari-hari, penting bagi guru untuk mencoba mengidentifikasi kembali berbagai situasi yang berisiko tinggi menyebabkan stress.

“Identifikasi dapat dilakukan dengan mengingat kembali situasi saat seseorang memulai hari sampai dengan mengakhiri hari. Seseorang dapat mencatat situasi-situasi khusus yang menjadi stressor utama untuk selanjutnya mencari strategi penyelesaiannya, terutama dengan tidak kembali terjebak dalam stressor yang sama,” kata Uswatun dilansir laman resmi UM Surabaya, Sabtu (25/2/2023).

2. Melakukan perubahan

Menurut Uswatun, hal-hal yang berhasil teridentifikasi sebagai stressor dapat diubah dengan menggunakan strategi sistem manajemen seperti work-life balance, guru perlu menyeimbangkan antara tanggung jawab pekerjaan, kehidupan pribadi dan tanggung jawab lainnya, hal ini bisa dimulai dengan membagi waktu dengan tepat.

“Menyediakan waktu untuk merespons stress yang dirasakan dapat merubah suasana hati. Melakukan perubahan metode belajar mengajar menjadi lebih seru dan menyenangkan, sehingga secara tidak langsung mengurangi resposn terhadap stress,” tambah Uswatun.

Baca juga: Dirut Permata Indonesia: Perusahaan Outsourcing Bukan Cuma Supply Tenaga Kerja

3. Fokus pada hal yang bisa dikontrol

Seseorang, lanjut Uswatun, penting untuk membuat daftar yang dapat dikendalikan maupun yang tidak. Ada baiknya berfokus pada hal-hal atau pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan pasti, mencapai ekspektasi yang realistis.

4. Saling memberikan dukungan

Para guru dapat saling berbagi kisah dan juga berbagi strategi cara mengatasi masalah yang sedang dihadapi, sehingga masing-masing orang akan memiliki banyak strategi jika berada dalam situasi yang serupa.

“Ini merupakan bentuk peer support sederhana yang cukup efektif untuk mencegah atau bahkan mengurangis stress yang dialami,” imbuhnya.

5. Latihan manajemen stres

Ia menuturkan, guru dengan beban kerja berlebih akan memiliki risiko tinggi mengalami stress, sehingga perlu membekali diri dengan beberapa teknik managemen stress seperti istirahat dan tidur yang cukup, makan makanan bergizi, meluangkan waktu untuk berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya, latihan relaksasi napas dalam, latihan meditasi, yoga maupun taichi.

“Hal-hal tersebut efektif membuat tubuh memproduksi hormon kebahagiaan sehingga stress berkurang,” tandas Uswatun.

Leave a Reply