Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, April 14, 2024
redaksi@topcareer.id
ProfesionalTren

Studi Baru Sebut AI Tingkatkan Produktivitas Pekerja Sebesar 14%

Ilustrasi 22 persen pekerja Indonesia mulai menfaatkan teknologi AI - robot. Dok/The Motley FoolIlustrasi 22 persen pekerja Indonesia mulai menfaatkan teknologi AI - robot. Dok/The Motley Fool

Topcareer.id – Menurut penelitian baru dari Stanford dan MIT yang pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg, alat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) seperti chatbot membantu tingkatkan produktivitas pekerja di satu perusahaan teknologi sebesar 14%.

Studi ini dianggap sebagai aplikasi dunia nyata utama pertama dari AI generatif di tempat kerja. Peneliti mengukur produktivitas pekerja lebih dari 5.000 customer support agen, terutama berbasis di Filipina, di perusahaan software perusahaan Fortune 500 selama setahun.

Tech support agents yang menggunakan alat AI yang membuat skrip percakapan meningkatkan produktivitas mereka, diukur dengan penyelesaian masalah per jam, rata-rata sebesar 14%.

Tetapi peningkatan tersebut bahkan lebih nyata untuk “pekerja pemula dan berketerampilan rendah” yang dapat menyelesaikan pekerjaan 35% lebih cepat.

Dalam beberapa kasus, menggunakan AI ternyata memiliki pengalaman kerja nyata: customer service agent dengan pengalaman dua bulan yang menggunakan dukungan AI bekerja dengan baik atau lebih baik daripada agen dengan pengalaman lebih dari enam bulan yang bekerja tanpa AI.

Baca juga: Bukan IQ, Ini Lho Hal Penting Yang Diperlukan Untuk Jadi Pengusaha Sukses

Sementara itu, penggunaan alat AI menunjukkan dampak minimal pada “pekerja berpengalaman atau sangat terampil,” catat penulis, dan terkadang berfungsi sebagai pengalih perhatian.

Dukungan AI dapat sangat membantu pekerja entry-level atau early-career, kata Lindsey Raymond, Ph.D. kandidat dan co-penulis makalah.

Pekerja yang kurang berpengalaman mendapat manfaat dari AI dengan mengikuti rekomendasinya untuk mempercepat dan mempelajari keahlian yang biasanya harus dengan pengalaman.

Dengan demikian, alat AI mendapat manfaat dari pelatihan pekerja terbaik dan terpintar AI itu sendiri dengan memberikan contoh praktik terbaik, yang kemudian diubah oleh teknologi menjadi rekomendasi untuk diterapkan oleh pekerja lain.

“Bisnis harus memahami bahwa, meskipun perubahan produktivitas tidak terlalu dramatis, karyawan berkinerja tinggi harus diakui dan diberi kompensasi untuk menghasilkan solusi yang dapat dipelajari orang lain,” kata Raymond, dikutip CNBC Make It.

Leave a Reply