Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, June 13, 2024
redaksi@topcareer.id
Tren

Duh, Studi Sebut Pekerja Bergaji Rendah Berisiko Tinggi Mati Lebih Cepat

Ilustrasi kenaikan gaji ASN dan pensiunan PNS yang diatur BKN- uang. (Pexels)Ilustrasi kenaikan gaji ASN dan pensiunan PNS yang diatur BKN- uang. (Pexels)

Topcareer.id – Percaya nggak percaya bahwa pekerja bergaji rendah itu punya risiko tinggi mati lebih cepat. Agak mengerikan memang, tapi pernyataan itu muncul dari hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal medis JAMA (The Journal of the American Medical Association) pada Februari 2023.

Disebutkan para peneliti bahwa pekerja paruh baya yang cenderung bergaji rendah memiliki risiko kematian yang tinggi, terutama bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan stabil.

Para peneliti dari Mailman School of Public Health Universitas Columbia melacak pekerjaan dan metrik kesehatan untuk sekitar 4.000 pekerja di Amerika Serikat selama periode 12 tahun, menggunakan data dari Studi Kesehatan dan Pensiun Universitas Michigan yang dikumpulkan antara tahun 1992 dan 2018. Semua peserta setidaknya Berusia 50 tahun pada awal masa studi dan 60-an pada akhir masa studi.

Melansir laman CNN, pekerja yang memiliki riwayat upah rendah – pendapatan tahunan di bawah garis kemiskinan untuk keluarga beranggotakan empat orang – 38% lebih mungkin meninggal selama 12 tahun dibandingkan mereka yang tidak pernah mengalami pendapatan berupah rendah.

Bahkan, risikonya dua kali lebih tinggi untuk mereka yang memiliki pekerjaan yang tidak tetap alias serabutan juga mendapat bayaran rendah terus-menerus.

Baca juga: Tips Jawab “Kenapa Melamar Posisi Ini?” Dan Contohnya

Masih menurut studi tersebut, pekerja berpenghasilan rendah dan menengah – terutama di industri seperti rekreasi dan perhotelan – biasanya mengalami pertumbuhan upah yang lebih cepat daripada mereka yang berpenghasilan lebih tinggi, dan beberapa bahkan memperoleh keuntungan yang melampaui inflasi.

Namun, pendapatan rumah tangga tetap tidak merata, dan kelompok-kelompok tersebut terus dirugikan secara tidak proporsional oleh inflasi yang lebih tinggi, menurut penelitian.

Pekerja berpenghasilan rendah menggunakan upah mereka untuk kebutuhan sehari-hari, seperti gas, sewa rumah sehingga mereka tidak memiliki tabungan dan ruang gerak untuk membeli dalam jumlah besar atau menunda pembelian, menurut peneliti Federal Reserve Bank of Dallas.

“Upah menangkap aspek pendapatan dan pekerjaan yang dapat memengaruhi kesehatan dengan cara yang berbeda,” tulis para peneliti, mengutip laman CNN.

“Pekerja dengan upah rendah termasuk di antara ‘yang paling rentan dalam angkatan kerja,’ karena mereka secara tidak proporsional melakukan pekerjaan yang punya risiko bahaya tinggi, termasuk stres kerja, dan risiko kesehatan lainnya.”

Data dari penelitian ini menunjukkan bahwa pekerja dengan upah rendah lebih mungkin dan sering melaporkan tingkat kesehatan yang buruk secara signifikan. Selain itu juga laporan gejala depresi yang meningkat, dan tidak pernah memiliki asuransi kesehatan yang ditanggung oleh pemberi kerja mereka.

Leave a Reply