Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, February 27, 2024
redaksi@topcareer.id
Tren

Green Business Sedang Jadi Tren di Kalangan Pebisnis Muda

Ilustrasi green business yang kini sedang tren di kalangan pebisnis muda.Ilustrasi green business yang kini sedang tren di kalangan pebisnis muda. (Pexels)

Topcareer.id – Bisnis ramah lingkungan (green business) saat ini tengah menjadi tren di kalangan pebisnis muda. Termasuk di dalamnya, adalah industri kendaraan listrik yang kini ekosistemnya sedang digencarkan pemerintah.

Sekretaris Deputi Bidang UKM KemenKop UKM Koko Haryono mengatakan, sebanyak 84 persen wirausaha muda tertarik pada bisnis ramah lingkungan.

Lalu, kata dia, sebesar 58 persen pebisnis muda memulai usaha untuk memperbaiki lingkungan, dan sekitar 56 persen memproduksi pakaian ramah lingkungan, produk rendah karbon, dan sistem pengurangan limbah.

“Banyak peluang bisnis yang bisa diambil UMKM usaha green businees ini, seperti dalam pengembangan Electric Vehicle (EV). Peluang yang dimaksud meliputi membuka dealer, bengkel, tempat charging baterai, dan lainnya,” kata Koko Haryono mengutip laman resmi KemenKop UKM, Rabu (29/11/2023).

Ia menegaskan, kebijakan pengembangan industri dan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) menjadi program yang strategis.

Baca juga: Laporan: UMKM Asia Tenggara Andalkan Modal Bisnis Dari Tabungan Dan Teman

Jadi, kata dia, bukan hanya mendorong perkembangan teknologi dan industri dalam negeri tetapi juga berkaitan erat dengan paradigma baru pembangunan ekonomi hijau dan berkelanjutan

“Akselerasi pengembangan EV di Indonesia juga terus didorong pemerintah. Sederet upaya juga telah dilakukan. Antara lain melalui penyusunan peta jalan pengembangan EV, pemberian berbagai insentif, hingga pengembangan ekosistem EV di Indonesia,” ujar dia.

Berdasarkan laporan International Renewable Energy Agency (IRENA) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), jumlah kendaraan listrik diproyeksi sebanyak 20 juta unit pada 2030 dan diperkirakan terus meningkat hingga 2050.

Hadir secara virtual, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang mengatakan, Pemerintah terus berupaya mengakselerasi terwujudnya emisi gas rumah kaca salah satunya melalui penggunaan kendaraan listrik.

Terutama dalam Inpres Nomor 7 Tahun 2022 juga disebutkan, bahwa penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai kendaraan resmi Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, agar semakin mendorong penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air.

“Indonesia, masih menjadi negara tujuan utama hilirisasi. Bahkan, Indonesia menjadi negara kedua produksi mobil terbesar di kawasan Asia Tenggara setelah Thailand. Diharapkan, hal tersebut memberikan kontribusi terhadap target kendaraan listrik,” ucap dia.

Leave a Reply