Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, May 23, 2024
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Nggak Perlu Khawatir sama Pertanyaan: “Di Mana Kamu Melihat Dirimu 5 Tahun ke Depan?”

Ilustrasi menjawab pertanyaan soal "Di mana kamu melihat dirima 5 tahun ke depan?" - interview kerja.Ilustrasi menjawab pertanyaan soal "Di mana kamu melihat dirima 5 tahun ke depan?" - interview kerja. (Dok. Money Crasher)

Topcareer.id – Salah satu pertanyaan wawancara kerja yang mungkin akan sering didengar adalah: “Di mana Anda melihat diri Anda dalam 5 tahun ke depan?” Sebenarnya, jawaban seperti apa yang diinginkan perekrut pada pertanyaan ini?

Namun, menurut Wakil Presiden dan Pakar Tenaga Kerja di LinkedIn, Aneesh Raman menyebut bahwa pertanyaan ini bukanlah sebuah pertanyaan yang harus dikhawatirkan oleh banyak orang.

“Jangan khawatir lima tahun atau 10 tahun dari sekarang,” kata Aneesh dikutip laman CNBC Make It, Jumat (19/4/2024).
Ia mengatakan bahwa seiring dengan berkembangnya pasar tenaga kerja ditambah dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini, membuat perencanaan masa depan menjadi lebih rumit dan tidak pasti.

Sederhananya, kalau kata Raman, kita tidak tahu pekerjaan apa yang akan ada dalam 5 tahun atau beberapa tahun ke depan. “Satu-satunya hal yang konstan untuk dekade mendatang adalah perubahan,” tambahnya.

Tapi bagaimana dengan mereka yang akan memulai karier mereka?

Daripada memikirkan jabatan atau peran apa yang kamu inginkan, Raman menyarankan untuk fokus pada apa yang ingin kamu lakukan, keterampilan apa yang perlu dikembangkan, dan menggunakannya dengan cara yang berdampak.

“Yang paling penting adalah skill. Mengembangkan hal-hal tersebut harus menjadi fokus awal karier siapapun. Di mana dan bagaimana hal itu terjadi adalah hal yang kedua,” jelas Raman.

Baca juga: Tanda-Tanda Kamu Cuma Dianggap “Lebah Pekerja,” Nggak Akan Dipromosikan

“Perusahaan tertarik dengan semua keterampilan yang kamu bawa ke organisasi, di mana pun kamu mempelajarinya. Perhatikan keahlian terbaikmu dan jadilah ahli dalam menceritakan kisah di mana kamu membangunnya dan, yang lebih penting, di mana menerapkannya.”

Data menunjukkan bahwa pemberi kerja semakin menaruh perhatian pada keterampilan – misalnya, perekrut lima kali lebih mungkin mencari kandidat berdasarkan keterampilan dibandingkan penghargaan lain seperti gelar sarjana, menurut temuan LinkedIn.

“Setelah membangun keahlian sejati, langkah berikutnya adalah bertanya pada diri sendiri bagaimana kamu dapat menerapkan pengetahuanmu pada isu tertentu atau topik yang kamu sukai,” kata Raman.

Selain keterampilan, pembelajaran juga harus menjadi titik fokus utama dan sejalan dengan kemampuan beradaptasi di pasar kerja yang terus berubah.

Dia mengatakan bahwa menanyakan tentang budaya belajar adalah pertanyaan paling penting yang dapat ditanyakan oleh pencari kerja dalam wawancara. Hal ini disebabkan oleh perubahan sifat pekerjaan dan pasar tenaga kerja.

Leave a Reply