Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, May 23, 2024
redaksi@topcareer.id
SekolahTren

Penerimaan Program Pendidikan Dokter Spesialis Hospital Based Segera Dibuka

Ilustrasi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Berbasis Rumah Sakit Pendidikan/Hospital Based membuka penerimaan batch pertama.Ilustrasi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Berbasis Rumah Sakit Pendidikan/Hospital Based membuka penerimaan batch pertama. (dok. LPDP)

Topcareer.id – Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Berbasis Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSP-PU) / Hospital Based membuka penerimaan batch pertama. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menyiapkan sistem informasi dan rekrutmen yang akan dibuka bulan ini.

Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan pada Kemenkes, Arianti Anaya menyampaikan bahwa rekrutmen bersifat terbuka, tetapi diutamakan untuk para peserta yang berasal dari Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan (DTPK).

Penempatan daerah prioritas atau lokus peserta setelah menyelesaikan pendidikan akan ditetapkan oleh Kemenkes sesuai perencanaan kebutuhan.

“Lokusnya kan rata-rata tidak ada di Pulau Jawa. Sementara ini memang ditujukan untuk lokus yang tidak ada di Jawa. Prinsipnya itu kan untuk (mengatasi) maldistribusi ke depannya,” kata Dirjen Arianti Anaya melalui keterangan resmi, dikutip laman resmi Kemenkes, Rabu (8/5/2024).

Info selengkapnya mengenai program pendidikan dokter spesialis (PPDS) Hospital Based ini akan diumumkan melalui portal SATUSEHAT SDMK melalui situs https://satusehat.kemkes.go.id/sdmk.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, jumlah kuota penerimaan peserta PPDS Hospital Based Batch 1 sebanyak 38 orang. Terdapat 6 RS milik Kemenkes yang sudah ditunjuk sebagai RSP-PU Pilot atau percontohan untuk program studi dokter spesialis:

Baca juga: PPDS Hospital Based Targetkan Calon Dokter Daerah Terpencil, Auto Jadi PNS

1. RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita: program studi jantung (6 kuota)
2. RS Anak dan Bunda Harapan Kita: program studi anak (6 kuota)
3. RS Ortopedi Soeharso: program studi orthopaedi dan traumatologi (10 kuota)
4. RS Mata Cicendo: program studi mata (5 kuota)
5. RS Pusat Otak Nasional: program studi saraf (5 kuota)
6. RS Kanker Dharmais: program studi onkologi radiasi (6 kuota)

Pertimbangan kuota di atas berdasarkan jumlah sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang memungkinkan untuk mengajar para calon dokter spesialis. Idealnya, rasio SDM pengajar dalam program dokter spesialis adalah 1 banding 5 sampai 1 banding 10.

Lebih lanjut Arianti mengatakan, menilik rasio SDM kesehatan, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita pada Batch 1 Hospital Based menerima 6 kuota. Sebenarnya, kuota tersebut masih dimungkinkan meningkat hingga 12 orang.

“Karena kan kita pakai rasio 1 banding 5. Kalau kita mau naikkan ke 1 banding 10 itu masih dimungkinkan. Makanya, bisa dinaikkan 2 kali lipat,” ucap dia.

Leave a Reply