Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, May 23, 2024
redaksi@topcareer.id
LifestyleTren

Kenali Tanda-Tanda Depresi Terselubung di Tempat Kerja

Ilustrasi ada beberapa tanda-tanda depresi yang terselubung dalam perilaku di tempat kerja - stres kerja.Ilustrasi ada beberapa tanda-tanda depresi yang terselubung dalam perilaku di tempat kerja - stres kerja.

Topcareer.id – Jika hari-hari berat menjadi hal yang biasa bagimu, mungkin kamu mengalami depresi. Kondisi kesehatan mental ini bisa saja terlihat dalam bentuk kesedihan dan kelelahan, tapi tanda-tanda depresi juga bisa muncul dengan cara tak diduga.

“Gejala depresi di tempat kerja bisa saja menyerangmu, dan biasanya kamu bersikap keras terhadap diri sendiri dibandingkan mengenalinya apa adanya,” kata Shannon Garcia, psikoterapis di States of Wellness Counseling yang berbasis di Illinois dan Wisconsin, dikutip HuffPost.

Berikut ini tanda-tanda depresi yang terselubung dalam perilaku kerja:

1. Kamu bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk menghindari pulang ke rumah

Beberapa rekan kerja mungkin tidak pernah menyangka bahwa kamu sedang menghadapi depresi karena kamu tetap tampak sebagai karyawan yang bekerja keras dan dapat diandalkan.

“Kamu mungkin memiliki seseorang yang bekerja lebih lama dari biasanya, mungkin mengangkat tangan untuk melakukan perjalanan bisnis yang panjang, atau ingin menjadi orang yang menangani kasus atau masalah yang menantang,” kata Alicia Velez, pekerja sosial klinis berlisensi yang berbasis di Brooklyn, New York.

2. Pernah menjadi orang yang suka bersosialisasi, tetapi sekarang menghindari rekan kerja

Caramu berinteraksi dengan rekan kerja di tempat kerja dapat membantumu memahami apakah kamu hanya sedang menghadapi hari yang buruk atau sesuatu yang lebih dalam. Velez menyampaikan, menarik diri dari rekan kerja dan mengasingkan diri adalah dua tanda umum depresi.

“Ini mungkin terlihat seperti seseorang yang dulu aktif berpartisipasi dalam rapat (sekarang) lebih pendiam, duduk di belakang ruangan, atau bahkan melewatkan rapat sama sekali,” katanya.

3. Terus-menerus melewatkan deadline dan rapat

Ryan Howes, seorang psikolog di Pasadena mengatakan bahwa jika menyerahkan pekerjaan tepat waktu atau bahkan datang kerja menjadi sebuah perjuangan sehari-hari, itu juga bisa menjadi gejala depresi.

Baca juga: Waspada! Ini 5 Tempat Paling Berkuman Di Kantor

“Saya mengenal seseorang yang menikmati pekerjaannya, terlibat aktif dalam proyeknya, dan sering berhubungan dengan rekan kerjanya. Ketika dia mengalami depresi, dia mulai tertidur karena alarmnya dan datang terlambat ke tempat kerja,” ucap Howes.

“Dia terlambat memenuhi deadline, berhenti makan siang bersama rekan-rekannya, dan menjadi sangat kritis terhadap kinerja dirinya dan rekan kerjanya,” tambahnya.

4. Mengalami ledakan kemarahan di tempat kerja

“Depresi tidak hanya membuatmu merasa sedih – tapi juga bisa membuatmu sangat mudah tersinggung,” kata Garcia.

Jika setiap gangguan kecil membuatmu kesal di tempat kerja, ini bisa menjadi sinyal untuk melihat lebih dalam penyebabnya. Orang dengan depresi menghadapi gejala kemarahan yang terang-terangan atau tertahan, dan dapat menjadikan rekan kerja mereka sebagai sasaran kemarahan mereka.

5. Kehilangan motivasi atau minat pada pekerjaan yang biasa kamu nikmati

Garcia menambahkan bahwa ada perbedaan antara tugas yang membosankan dan pola sikap apatis yang mengkhawatirkan. Perhatikan perubahan tentang perasaanmu terhadap pekerjaan yang biasa kamu lakukan dengan kepuasan.

“Kamu mungkin menyadari dirimu hanya menatap layar, berpura-pura sibuk, atau melakukan apapun selain menangani hal-hal besar. Hilangnya minat yang disebabkan oleh depresi mungkin membuatmu berpikir ‘Saya tidak peduli’ dengan pekerjaan.’”

Leave a Reply