TopCareer.id – Perusahaan kendaraan otonom Waymo membayar pekerja lepas untuk membantu menutup pintu taksi tanpa pengemudi mereka, apabila penumpang lupa menutup pintu setelah turun.
Waymo mengoperasikan layanan taksi tanpa pengemudi selama 24 jam di beberapa kota di Amerika Serikat.
Namun, apabila ada penumpang yang meninggalkan pintu mobil dalam keadaan terbuka atau tidak tertutup rapat setelah turun, kendaraan tidak bisa melanjutkan perjalanan sampai pintu ditutup lagi.
Karena itu, perusahaan sedang mencoba sistem yang mengirimkan nofitifikasi kepada pekerja gig di sekitar lokasi, agar mereka dapat membantu menutup pintu sehingga mobil bisa beroperasi kembali.
Dikutip dari Euronews, Senin (8/6/2026), CNBC mengonfirmasi bahwa Waymo dan platform antar makanan DoorDash mengonfirmasi kepada media jika mereka sedang menjalankan program uji coba di Atlanta.
Baca Juga: Co-Founder LinkedIn Prediksi Kerja ‘9 to 5’ Bakal Ditinggalkan
Dalam skema tersebut, pengemudi DoorDash akan menerima pemberitahuan apabila ada kendaraan Waymo di dekat mereka yang pintunya masih terbuka.
Waymo juga bermitra dengan dengan Honk, platform bantuan darurat dan derek kendaraan, yang para mitranya telah membantu melakukan berbagai tugas perawatan untuk armada robotaxi perusahaan.
Mengutip CNBC, dalam sebuah unggahan di Reddit, mitra DoorDash di Atlanta ditawarkan USD 11,25 (sekitar Rp 201 ribu) untuk menutup pintu mobil Waymo di dekatnya.
Dalam laporan The Washington Post juga disebutkan, pekerja Honk di Los Angeles ditawari bayaran hingga USD 24 (sekitar Rp 430 ribu) hanya untuk menutup pintu kendaraan yang terbuka.
Kepada CNBC, Waymo dan DoorDash mengatakan bahwa mereka selalu mencari cara baru dan fleksibel agar para kurir DoorDash bisa memperoleh penghasilan tambahan.
Baca Juga: Profesi Audiolog, Seperti Apa Pekerjaannya, ya?
Meski begitu, tampaknya pekerjaan ini tidak akan ada dalam waktu lama. Keduanya menyebut kendaraan Waymo di masa depan akan dilengkapi dengan pintu yang tertutup secara otomatis.
Namun, Waymo tidak mengungkapkan kapan sistem tersebut akan mulai diterapkan pada armadanya.
Saat ini, Waymo mengoperasikan lebih dari 1.500 kendaraan otonom sepenuhnya di San Francisco, Los Angeles, dan Phoenix.
Perusahaan yang dimiliki oleh Alphabet tersebut juga terus berekspansi ke pasar internasional.
Waymo sudah mulai memetakan jalan-jalan di London dengan kendaraan yang masih diawaki pengemudi, dengan rencana meluncurkan layanan sepenuhnya tanpa pengemudi tahun ini.
Selain itu, Waymo juga mengumumkan rencana pengujian dan penerapan layanan di Tokyo, Jepang.






