Tren

Bukan Tentara Bayaran, Wamen P2MI Sebut Ada Peluang Kerja ke Rusia di 2 Sektor Ini

Wamen P2MI Christina Aryani saat menghadiri pertemuan dengan jajaran KBRI Tokyo, Jepang, Selasa (19/8/2025). (Dok: Kementerian P2MI)

TopCareer.id – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani mengungkapkan ada peluang penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk kerja di Rusia.

Hal ini diungkapnya usai pertemuan secara daring dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Jose Antonio Morato Tavares, Kamis (26/2/2026).

Menurut Christina, peluang penempatan pekerja migran di Rusia bisa diupayakan untuk kerja di beberapa sektor seperti manufaktur dan galangan kapal.

“Bahkan pada April mendatang akan ada kunjungan perusahaan dari Rusia yang akan melakukan seleksi pekerja migran untuk sektor shipbuilding di Indonesia bersama P3MI,” kata Christina, dikutip dari siaran pers.

Baca Juga: Banyak Jadi Korban Online Scam, Pekerja Migran Masih Perlu Literasi Digital

Menurutnya, selama ini penempatan Warga Negara Indonesia di Rusia didominasi sektor spa terapis.

Dengan terbukanya peluang di sektor manufaktur dan galangan kapal, Rusia bisa jadi alternatif peluang penempatan pekerja migran ke depannya. Ini sejalan dengan hubungan bilateral sebagai partner strategis dengan free trade agreement.

Christina menyebut, kisaran gaji di Rusia yaitu sebesar USD 500 hingga USD 700 (sekitar Rp 11 juta) per bulan, disesuaikan dengan keterampilan yang dimiliki pekerja migran.

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia juga telah menerima draf nota kesepahaman (MoU) dari Russian Federal Service for Labour and Employment yang bisa menjadi payung kerja sama penempatan pekerja migran.

Baca Juga: Komdigi Tindaklanjuti 300 Laporan Loker Fiktif Sasar Pekerja Migran

“Draf tersebut, akan kami tindaklanjuti melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia,” kata Christina.

Wamen P2MI juga menerima informasi dari Atase Pertahanan KBRI Moscow, yang meminta warga Indonesia waspada terhadap lowongan kerja bergaji besar, namun bergabung dengan perusahaan militer swasta atau tentara bayaran.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur tawaran kerja yang mengarah pada aktivitas berisiko tinggi,” kata Wamen P2MI Christina.

Ia meminta agar masyarakt melakukan verifikasi informasi melalui Kementerian P2MI, agar penempatan dilakukan secara aman dan prosedural.

Leave a Reply