TopCareer.id – Saat masyarakat mulai bersiap untuk libur Lebaran di akhir masa Ramadan, tidak sedikit penipu yang memanfaatkan momen ini untuk mencari mangsa.
Jelang Lebaran biasanya akan ada banyak promo menarik di berbagai platform digital, di mana momen ini kerap ditunggangi oleh penipu siber.
“Selama periode promo atau perayaan besar seperti Ramadan di Indonesia, penipu dapat menjadi lebih merajalela,” kata Defi Nofitra, Country Manager untuk Indonesia di Kaspersky, seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (19/3/2026).
Kaspersky menemukan, modus penipuan saat ini sering kali mencatut nama perusahaan ternama.
Dalam skema yang terungkap, korban diminta memberikan nomor telepon, lalu dibujuk untuk menyebarkan tautan “kampanye” palsu kepada teman-teman di WhatsApp atau Facebook Messenger.
Hal ini dilakukan penipu untuk meningkatkan trafik sekaligus mengumpulkan basis data nomor telepon calon korban lainnya.
Baca Juga: Lonjakan Transaksi Selama Ramadan, BNI Minta Masyarakat Waspada Phishing
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada 13.130 laporan penipuan dalam 10 hari pertama Ramadan 2026, yang melibatkan hingga 22.593 rekening. Angka ini meningkat jika dibandingkan tahun lalu.
Kaspersky juga baru-baru ini mengungkapkan bahwa 14.909.665 ancaman siber berbasis web (online threats) yang berbeda telah terdeteksi dan berhasil diblokir oleh Kaspersky di Indonesia tahun lalu.
Secara umum, 1 dari setiap 4 (22,4 persen) pengguna menghadapi ancaman online selama periode Januari hingga Desember 2025.
“Sangat mengkhawatirkan bagaimana para penipu sekarang juga menggunakan AI untuk membuat upaya phishing menjadi lebih canggih dan tertarget sehingga membuatnya semakin sulit dikenali oleh pengguna biasa,” kata Defi.
Untuk itu, ia mengatakan bahwa pemasangan solusi keamanan di perangkat kini menjadi sesuatu yang penting.
Baca Juga: Promo Ramadan Menggoda, Pakar Imbau Waspada Perilaku Konsumtif
Kaspersky pun memberikan beberapa tips untuk menghindari penipuan siber jelang Lebaran:
- Jangan percaya diskon atau promosi dari pengirim tak dikenal atau mencurigakan di email atau chat. Selalu cek alamat pengirim dan ketik URL situs brand secara manual ke browser, ketimbang mengklik link yang diterima.
- Jangan download dan menginstal aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya.
- Buat kata sandi yang kuat dan unik, termasuk kombinasi huruf kecil dan besar, angka, dan tanda baca, serta aktifkan otentikasi dua faktor – untuk melindungi akun Anda.
- Jangan memberikan informasi lebih dari yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembelian Jangan membagikan informasi rahasia lewat telepon, dan jangan membalas permintaan informasi sensitif yang tidak diminta.
- Selalu jalankan sistem dengan program anti-malware terbaru dan berkualitas.






