TopCareer.id – Seiring lonjakan transaksi selama Ramadan dan jelang Lebaran, masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai modus kejahatan siber, khususnya phishing.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, momen pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dinilai kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan digital, untuk menargetkan tabungan masyarakat.
“Nasabah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang semakin canggih, terutama menjelang Lebaran ketika transaksi keuangan meningkat signifikan,” kata Okki.
Mengutip siaran pers, Selasa (3/3/2026), Okki menyebut bahwa phishing masih jadi salah satu bentuk kejahatan siber yang paling umum terjadi.
Di modus ini, pelaku menyamar sebagai institusi resmi atau pihak terpercaya, untuk mencuri data pribadi seperti username, kata sandi, kode OTP, hingga informasi kartu kredit.
Baca Juga: Waspada Penipuan Berkedok LinkedIn Serbu Kolom Komentar
Serangan phishing biasanya dilakukan lewat email, pesan singkat atau SMS, telepon, hingga media sosial.
Pelaku akan mengirimkan pesan yang tampak meyakinkan agar korban mengklik link palsu, membuka lampiran berbahaya, atau memberikan informasi sensitif tanpa disadari.
Okki mengatakan, phishing dapat menjadi pintu masuk kejahatan yang lebih serius, mulai dari pencurian identitas hingga pengambilalihan akun dan transaksi ilegal yang merugikan nasabah.
Bahkan, tren terbaru menunjukkan serangan semakin tertarget dan sulit dikenali karena memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Ada beberapa ciri phishing yang wajib diwaspadai oleh masyarakat.
Beberapa ciri itu termasuk alamat email pengirim yang mencurigakan, penggunaan sapaan umum seperti “Pelanggan yang Terhormat”, bahasa bernada mendesak, serta link mirip situs resmi namun memiliki alamat berbeda.
Baca Juga: Awas, Jangan Ketipu Email HRD Palsu
Untuk itu, BNI mengimbau nasabah untuk selalu memeriksa alamat pengirim dan memastikan pesan berasal dari sumber resmi.
Masyarakat juga diminta menghindari membuka lampiran dari pengirim tidak dikenal, mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), serta menggunakan kata sandi yang kuat dan unik.
“Tak lupa dan paling penting, jangan sembarangan klik link atau tautan yang dibagikan via email, chat, SMS, dan sebagainya,” kata Okki.
Jangan membagikan data pribadi, PIN, password, maupun kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari bank. Jika menemukan aktivitas mencurigakan atau dugaan phishing, laporkan melalui email cert@bni.co.id.






