TopCareer.id – Bursa kerja atau job fair masih jadi cara untuk para pencari kerja mencari informasi soal lowongan kerja atau melamar pekerjaan.
Meski begitu, efektivitas dari kegiatan semacam ini seringkali dipertanyakan, apakah job fair benar-benar bisa membantu seseorang menemukan pekerjaan yang dibutuhkan atau hanya sekadar formalitas.
Antonius, seorang mantan direktur di sebuah perusahaan yang mengikuti sebuah job fair beberapa waktu lalu, menceritakan dirinya ingin melihat apakah ada pekerjaan yang cocok untuk dia dan anak-anaknya.
“Memang saya belum kerja, cuma saya mau mencari yang cocok buat bidang saya di marketing, dan bisa melatih sekalian anak-anak sebagai leader,” kata Antonius, ditemui di Mega Career Expo 2026 Jobstreet by SEEK di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Antonius mengaku tidak melihat gaji, namun ingin memanfaatkan pengalamannya untuk mengembangkan perusahaan yang dituju.
Baca Juga: Lowongan Kerja Experience Hire PAMA, Pendaftaran hingga 30 April 2026
Ia mengakui bahwa di tengah krisis seperti ini, perusahaan jadi lebih ketat dalam melakukan seleksi.
“Dunia kerja semakin sulit, perusahaan semakin seleksinya semakin tinggi, kualifikasi juga semakin tinggi, jadi semakin susah mencari pekerjaan baru,” ujarnya.
Sementara menurut Rara, seorang lulusan baru yang sudah sekitar dua hingga tiga bulan mencari kerja, menyebut dia kerap menghadapi tantangan berupa kualifikasi yang membutuhkan pengalaman kerja.
“Kita kan baru fresh graduate, tapi kadang-kadang perusahaan tuh minta pengalaman satu tahun,” ujarnya.
Ditemui bersama Rara, Debi pun berharap agar lowongan kerja yang ada di Indonesia juga lebih terbuka bagi para lulusan baru.
“Mudah-mudahan untuk kita fresh graduate lapangan kerjanya lebih terbuka lagi, tidak berdasarkan pengalaman yang tidak masuk akal seperti (minimal) satu tahun, kita kan namanya fresh graduate belum sampai lah pengalaman satu tahun,” katanya.
Baca Juga: ITS Buka Lowongan Kerja Dosen Tetap Non PNS buat Lulusan S2 dan S3
Annisa Thabiina, Senior Marketing Manager Jobstreet by SEEK mengatakan bahwa kegiatan job fair masih relevan, di saat proses rekrutmen lebih banyak dilakukan secara online.
“Job fair kami rasa masih sangat relevan karena di situlah para pencari kerja bisa bertemu langsung dengan para recruiters, dengan para perusahaan,” kata Annisa ditemui di acara bursa kerja yang sama.
Dengan bursa kerja, Annisa mengatakan bahwa pencari kerja bisa bertanya langsung atau melakukan diskusi dengah pihak perusahaan. Pengalaman inilah yang menurutnya tidak bisa dilakukan saat melamar secara daring.
“Tentunya kalau online dengan adanya Jobstreet misalnya, itu sudah sangat memudahkan untuk journey kita melamar pekerjaan, tapi kalau di career fair ini wadah untuk bertemu langsung dengan perusahaan supaya bisa berdiskusi, bisa juga kalau mau lebih meyakinkan diri dengan hirer,” katanya.






