Tren

Kemnaker Siap Dampingi Perusahaan yang Mau Rekrut Pekerja Disabilitas

Cris Kuntadi, Sekretaris Jenderal Kemnaker saat meninjau perusahaan yang mempekerjakan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas (TKPD) di Malang dan Blitar, Jawa Timur, pada Kamis-Jumat, 7-8 Mei 2026. (Dok: Kementerian Ketenagakerjaan)

TopCareer.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyebut bakal membantu mendampingi perusahaan jika ingin membuka pekerjaan bagi tenaga kerja disabilitas.

Hal ini disampaikan Cris Kuntadi, Sekretaris Jenderal Kemnaker saat meninjau perusahaan yang mempekerjakan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas (TKPD) di Malang dan Blitar, Jawa Timur, pada Kamis-Jumat, 7-8 Mei 2026.

“Kami ingin memastikan perusahaan tidak berjalan sendirian,” kata Cris, dikutip dari keterangan tertulis.

Kemnaker mengatakan bakal melakukan pendampingan mulai dari pemetaan jabatan yang cocok hingga memastikan fasilitas pendukung tersedia, sehingga tenaga kerja penyandang disabilitas bisa bekerja secara produktif dan nyaman.

Baca Juga: Menaker Mau Dunia Usaha Perluas Akses Kerja untuk Lansia

Dalam kunjungan tersebut, sejumlah perusahaan mendapatkan apresiasi karena telah membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Beberapa perusahaan tersebut seperti PT Burger Buto, PT Gandum, Rumah Batik Kinarsih, dan Warung Bambu Barokah.

Cris pun mengapresiasi perusahaan yang berani membuka ruang kerja bagi ragam disabilitas yang masih kerap menghadapi stigma, yang menurutnya masih jadi hambatan terbesar bagi pekerja disabilitas.

“Namun perusahaan-perusahaan ini membuktikan bahwa dengan dukungan dan manajemen yang tepat, penyandang disabilitas mental maupun intelektual mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan usaha,” katanya.

Baca Juga: Sertifikasi Profesi Harus Mudah Diakses, Termasuk buat Disabilitas

Kemnaker juga berharap praktik baik dari Malang dan Blitar ini bisa jadi inspirasi bagi pelaku usaha di berbagai daerah, untuk membuka kesempatan kerja yang lebih setara dan inklusif.

“Kami ingin semakin banyak perusahaan menyadari bahwa dunia kerja yang inklusif bukan hanya memungkinkan, tetapi juga mampu memperkuat produktivitas, solidaritas, dan nilai kemanusiaan di lingkungan kerja,” pungkasnya.

Leave a Reply