Tren

China Pakai Robot buat Bantu Polisi Atur Lalu Lintas di Musim Liburan

Pejalan kaki bertanya kepada robot polisi pengatur lalu lintas untuk meminta petunjuk arah di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China Timur, pada 1 Mei 2026. Foto: CFP/Global Times

TopCareer.idChina mengerahkan robot polisi untuk mengatur lalu lintas dalam libur Hari Buruh di awal bulan Mei 2026 lalu.

Robot polisi lalu lintas (polantas) ini dikerahkan di kawasan wisata Danau Barat dan sejumlah ruang jalan utama di Hangzhou, Provinsi Zhejiang.

15 robot polisi ini bertugas untuk mengarahkan kendaraan non-motor dan pejalan kaki agar tidak melakukan pelanggaran, membantu mengatur lalu lintas, hingga memberikan layanan petunjuk arah bagi wisatawan.

Mereka bertugas bersama petugas manusia untuk meningkatkan efisiensi pengaturan lalu lintas.

Dilansir Global Times, dikutip Rabu (13/5/2026), sebelum diterjunkan di libur Hari Buruh, regu robot ini sudah pernah digunakan dalam berbagai operasi, termasuk membantu mengatur lalu lintas saat maraton.

Di musim liburan, robot-robot tersebut tidak lagi hanya digunakan dalam situasi tertentu, tetapi mulai beroperasi penuh untuk mengelola lalu lintas dengan volume tinggi pada musim liburan.

Perubahan ini menandai pergeseran dari tahap uji coba menuju operasi kelompok yang lebih terkoordinasi.

Biro Polisi Lalu Lintas Hangzhou menyebut, 15 robot ini ditempatkan di sejumlah persimpangan utama di berbagai distrik, mencakup area penting seperti kawasan wisata West Lake, pusat komersial tepi danau, hingga jalan utama perkotaan.

Baca Juga: Perusahaan China Ini Izinkan Karyawan Cuti 10 Hari Kalau Lagi Tidak ‘Happy’

Berdasarkan fungsi dan kondisi masing-masing persimpangan, robot melakukan tugas yang berbeda-beda sembari didampingi polisi manusia, dengan konsep yang saling melengkapi antara manusia dan mesin.

Selama masa liburan, permintaan bantuan petunjuk arah menjadi salah satu kebutuhan paling umum di kawasan West Lake. Karena itu, robot yang ditempatkan di area tersebut difokuskan untuk memberikan layanan navigasi.

Pengunjung cukup mendekati robot itu lalu menekan tombol “speak” pada layar interaktif untuk mengajukan pertanyaan.

Robot nantinya bisa mengenali permintaan suara dengan cepat dan memberikan rute jalan kaki atau transportasi umum terbaik berdasarkan kondisi lalu lintas dan data geografis secara real-time, baik lewat suara maupun panduan visual di layar.

Sementara di persimpangan besar perkotaan, robot difokuskan untuk mendeteksi pelanggaran kendaraan non-motor dan pejalan kaki.

Dengan algoritma pengenalan visual canggih, robot akan selalu memantau persimpangan dan mengenali pelanggaran seperti kendaraan berhenti melewati garis, pengendara tanpa helm atau membawa penumpang secara ilegal, hingga pejalan kaki yang berjalan atau berdiri di jalur kendaraan bermotor.

Begitu pelanggaran terdeteksi, robot bisa memberikan peringatan suara secara langsung.

Jika setelah tiga kali peringatan pelanggaran belum diperbaiki, robot akan merekam pelanggaran tersebut dan mengirimkannya ke pusat peringatan dini biro lalu lintas.

Baca Juga: Penelitian: Robot akan Melakukan 39% Pekerjaan Rumah Tangga pada 2033

Pada tugas mengatur lalu lintas, robot terhubung secara real-time dengan sistem kontrol lampu lalu lintas dan dibekali gerakan standar untuk mengatur lalu lintas, yang disetujui oleh Kementerian Keamanan Publik Tiongkok.

Robot tersebut bisa melakukan delapan jenis gerakan pengaturan lalu lintas secara akurat dan lancar, termasuk memberi aba-aba jalan lurus, berhenti, hingga belok kiri, sehingga sinkron dengan lampu lalu lintas dan memberikan instruksi yang jelas bagi pengendara maupun pejalan kaki.

Menurut pejabat setempat, tujuan utama pembentukan regu robot pengatur lalu lintas di Hangzhou adalah untuk mengurangi beban kerja polisi.

Dalam tugas lapangan biasanya, petugas harus menghabiskan waktu lama untuk pekerjaan yang berulang-ulang, seperti memperingatkan wisatawan, meniup peluit, dan memberikan arahan verbal, khususnya di kawasan wisata dengan lalu lintas padat.

Robot-robot itu bisa beroperasi selama 8 hingga 9 jam sehari dan secara efektif menggantikan tugas-tugas harian yang repetitif.

Dengan begitu, personel polisi dapat dialihkan ke tugas yang lebih kompleks dan membutuhkan penilaian manusia serta respons darurat, seperti penanganan kecelakaan cepat, penindakan pelanggaran serius, dan inspeksi potensi bahaya keselamatan.

Baca Juga: Sudah Meninggal 8 Jam, Pria China Ini Masih Dikirimi Tugas Kerja

Tak cuma di Hangzhou, penggunaan robot untuk mengatur lalu lintas di musim liburan juga dilakukan di beberapa daerah.

Di Kashgar, Daerah Otonom Uighur Xinjiang di China barat laut, sebuah robot berseragam dengan visibilitas tinggi bertugas mengatur lalu lintas di persimpangan utama sejak awal libur Hari Buruh.

Selain itu di Ordos, Daerah Otonom Mongolia Dalam di China utara, dua robot polisi lalu lintas telah bertugas sejak 1 Mei.

Dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan AI, mereka bertugas mengarahkan lalu lintas, memberikan edukasi keselamatan jalan, serta melakukan patroli cerdas.

Jiang Lei, ilmuwan di pusat robotika tingkat nasional menyebut, penggunaan robot polisi lalu lintas di berbagai kota menunjukkan lebih dari sekadar kemampuan teknis dalam pengaturan lalu lintas dan interaksi suara.

Hal ini menandai momen penting ketika kecerdasan buatan berwujud (embodied AI) mulai berperan aktif dalam tata kelola perkotaan di China.

“Tren ini menunjukkan bahwa robot polisi lalu lintas hanyalah permulaan, dan lebih banyak sektor di China akan mempercepat transformasi menuju sistem yang lebih cerdas,” ujarnya.

Leave a Reply