TopCareer.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar program sertifikasi bahasa asing bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Program ini bertujuan untuk memberi bekal bagi lulusan SMK untuk menghadapi dunia kerja yang semakin terbuka dan kompetitif.
Menurut Mendikdasmen Abdul Mu’ti, sertifikasi bahasa asing dihadirkan sebagai “paspor global” agar murid SMK punya peluang yang lebih besar untuk bekerja, magang, maupun melanjutkan studi ke luar negeri.
Menurutnya, SMK merupakan pilihan pendidikan yang sangat strategis bagi masa depan bangsa.
Mu’ti menyebut, murid SMK punya potensi besar untuk jadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia, termasuk di tingkat global.
“Kami ingin lulusan SMK Indonesia memiliki kompetensi global dan mampu bersaing di dunia internasional. Mereka harus siap bekerja, berkarya, dan menunjukkan kualitas anak bangsa di mana pun berada,” kata Mu’ti, seperti dikutip dari laman resmi Kemendikdasmen, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga: Belajar Bahasa Inggris Masih Penting di Era AI?
Program ini dijalankan melalui dua skema utama yaitu sertifikasi Bahasa Asing Non-Bahasa Inggris dan sertifikasi Bahasa Inggris.
Sertifikasi Bahasa Asing Non Bahasa Inggris yang mencakup Bahasa Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, dan Prancis.
Program Sertifikasi Bahasa Asing Non Bahasa Inggris Murid SMK Tahun 2026 telah memberikan akses dan menjangkau kepada lebih dari 120 SMK dengan sasaran lebih dari 13 ribu murid di berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, pada skema Bahasa Inggris melalui sertifikasi TOEIC, pemerintah menargetkan sekitar 170 ribu murid dari lebih dari 800 SMK di seluruh Indonesia.
Untuk mendukung program ini, kementerian juga menyelenggarakan kegiatan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Bantuan Pemerintah Program Sertifikasi Bahasa Asing Murid SMK Tahun 2026 Tahap 2.
Baca Juga: Manfaat Penguasaan Bahasa Asing untuk Job Seeker dan Pekerja
Mu’ti pun berharap, lulusan SMK tak hanya hadir sebagai tenaga kerja, tapi juga bisa jadi duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia, di berbagai sektor industri dunia.
“Dengan kemampuan bahasa asing, anak-anak SMK akan lebih percaya diri membuka peluang baru,” ujarnya.
“Mereka tidak hanya pergi ke luar negeri untuk bekerja, tetapi juga membawa semangat, keterampilan, dan kebanggaan sebagai anak Indonesia,” imbuh Mendikdasmen.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin sementara itu mengatakan, dunia kerja sekarang tak lagi hanya melihat ijazah, namun juga kemampuan berkomunikasi dan kesiapan beradaptasi di lingkungan global.
“Bahasa menjadi jembatan masa depan. Karena itu, lulusan SMK harus percaya diri untuk bersaing, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga internasional,” ujarnya.
Karena itu, kata Tatang, pemerintah ingin memastikan lulusan SMK benar-benar siap menghadapi tantangan dunia kerja modern. Tidak hanya punya keterampilan teknis di bidangnya, tapi juga punya bekal kemampuan bahasa asing dan soft skill yang kuat.






