Tren

Kuota Magang Nasional 2026 Naik Jadi 150 Ribu Peserta

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, resmi menutup Program Magang Nasional Batch 2 di Ruang Tridarma Kemnaker, Jakarta, Selasa (26/5/2026). (Dok: Kemnaker)

TopCareer.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan bakal memulai program magang nasional 2026 tahap pertama pada bulan Juli, dengan target awal sekitar 50 ribu peserta.

Hal ini dia sampaikan saat menutup Program Magang Nasional Batch 2 di Ruang Tridarma Kemnaker, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Yassierli menyebut, Presiden Prabowo Subianto telah meminta agar jumlah peserta magang di 2026 dapat ditingkatkan hingga 150 ribu orang, dari periode sebelumnya di angka 100 ribu peserta.

Program akan dilaksanakan secara bertahap hingga memenuhi target nasional yang telah ditetapkan.

“Kami mendorong para fresh graduate dan lulusan baru memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengalaman, meningkatkan kemampuan, dan memperluas akses kerja,” kata Menaker, mengutip laman resmi Kementerian Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Era AI, Menaker Dorong Lulusan Perguruan Tinggi Siapkan 3 Hal Ini

Untuk pelaksanaan di 2026, Yassierli mengatakan Batch 1 dan 2 diikuti sekitar 76 ribu peserta. Sebanyak 14 ribu peserta berasal dari batch pertama, sementara sekitar 62 ribu peserta lainnya mengikuti batch kedua.

Menaker mengklaim evaluasi tahap pertama menunjukkan capaian positif dengan 85 persen peserta menyatakan puas dan sangat puas terhadap penyelenggaraan program.

Sekitar 14 persen menyatakan cukup puas dan tingkat ketidakpuasan hanya sebesar 0,7 persen.

Sementara untuk penilaian dari perusahaan mitra, dari sekitar 4 ribu perusahaan peserta batch pertama, 81 persen menyatakan puas dan sangat puas, sementara tingkat penilaian negatif hanya 0,4 persen.

Yassierli menilai hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa program magang memberikan manfaat bagi peserta maupun dunia usaha.

Bahkan, sekitar 35 persen peserta batch pertama memperoleh tawaran bekerja di tempat mereka menjalani praktik kerja.

Baca Juga: DPR: Magang Nasional Harus Benar-Benar Bisa Tekan Jumlah Pengangguran

“Angka tersebut menunjukkan bahwa kegiatan magang dapat membuka akses lebih cepat bagi generasi muda untuk masuk ke dunia kerja,” kata Yassierli.

Kemnaker juga menyediakan sertifikasi kompetensi secara opsional bagi peserta. Proses asesmen dilakukan secara luring di balai pelatihan karena pengujian kemampuan harus dilakukan secara langsung sesuai standar yang berlaku.

Menurutnya, sertifikasi tersebut bisa jadi nilai tambah bagi peserta setelah menyelesaikan masa magang. Dengan adanya pengakuan kompetensi, lulusan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memasuki pasar kerja.

“Pengalaman praktik dan sertifikasi kompetensi dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memperbesar peluang memperoleh pekerjaan,” kata Yassierli.

Leave a Reply