Tren

Bank Dunia Ungkap Pekerja Kelas Menengah RI Anjlok

Ilustrasi tips mencantumkan riwayat pekerjaan sementara di resume - work.Ilustrasi pekerja. (Pexels)

TopCareer.id – Bank Dunia mencatat bahwa meski hampir 2 juta lapangan kerja berhasil diciptakan dalam satu tahun terakhir, namun semuanya masih berada di sektor dengan tingkat produktivitas rendah.

Hal ini diungkap dalam Indonesia Economic Prospects yang dikeluarkan World Bank Group Juni 2026.

Menurut laporan tersebut, pasar tenaga kerja Indonesia sudah mengalami perbaikan seiring dengan tingkat pertumbuhan yang kembali meningkat di awal tahun. Namun, kualitas lapangan kerja masih menjadi masalah struktural.

Baca Juga: Prabowo Klaim MBG Buka 1,2 Juta Lapangan Kerja, Kopdes 18 Ribu

Tercatat sebanyak 1,9 juta lapangan kerja baru berhasil diciptakan selama periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025 dan tingkat pengangguran sedikit menurun menjadi 4,9 persen.

Akan tetapi, hampir separuh dari lapangan kerja baru tersebut berasal dari sektor-sektor dengan tingkat produktivitas yang lebih rendah seperti pertanian dan akomodasi/jasa makanan.

“Di sisi lain, sektor-sektor berketerampilan lebih tinggi, seperti jasa keuangan, justru stagnan atau mengalami kontraksi,” tulis laporan itu, dikutip Rabu (17/6/2026).

Selain itu, tingkat pengangguran terselubung, yaitu pekerja yang memiliki pekerjaan tapi bekerja dengan jam kerja yang lebih sedikit daripada yang diharapkan, mencapai 32,7 persen dan terus naik bertahap sejak 2022.

“Kondisi ini menunjukkan kelemahan mendasar dari segi kualitas pekerjaan,” tulis World Bank Group.

Baca Juga: BPS: Jumlah Pengangguran di RI 7,24 Juta Orang per Februari 2026

Temuan lainnya, upah riil untuk pekerja berketerampilan menengah dan tinggi sudah menurun sekitar 1 sampai 2 persen per tahun sejak 2018.

Di sisi lain, proporsi pekerja yang memperoleh pendapatan kelas menengah turun tajam dari 14,5 persen pada tahun 2018 menjadi sekitar 7 persen pada tahun 2025.

“Tren-tren ini menggarisbawahi ketidaksesuaian struktural yang terjadi, di mana sektor perekonomian menciptakan lapangan kerja baru, tetapi jumlah lapangan kerja produktif dan berupah tinggi yang dibutuhkan untuk mendukung mobilitas sosial ke atas dan memperluas kelas menengah masih belum memadai,” tulis laporan itu.

Leave a Reply