Lifestyle

Bolehkan Penyintas Kanker Payudara Pakai KB?

TopCareer.id – Kebutuhan kesehatan reproduksi perempuan tidak berhenti usai diagnosis kanker payudara. Penyintas tetap berhak merencanakan kehamilan, termasuk memilih kontrasepsi yang sesuai kondisi kesehatannya.

Berdasarkan data Globocan 2024, sekitar 1 dari 3 kasus kanker baru pada perempuan di Indonesia adalah kanker payudara, dengan diperkirakan lebih dari 93 ribu kasus baru.

Selain itu, sekitar 257 ribu perempuan hidup dengan diagnosis kanker payudara dalam lima tahun terakhir. Ini menunjukkan pentingnya perhatian berkelanjutan pada kesehatan perempuan dengan diagnosis atau riwayat kanker payudara.

“Selama menjalani pengobatan kanker payudara, perempuan tetap memiliki hak untuk merencanakan kehamilan dan memilih kontrasepsi,” kata Thesa Ananda Prima, Medical Advisor DKT Indonesia dan Andalan Kontrasepsi.

Dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa (3/11/2026), Thesa menyebut pemilihan kontrasepsi merupakan salah satu aspek kesehatan reproduksi yang perlu diperhatikan oleh penyintas kanker payudara.

Baca Juga: Cegah Lonjakan Kasus Kanker di Indonesia, Deteksi Dini Wajib Ditingkatkan

Dia mengatakan, pilihan KB tidak bisa disamakan untuk semua orang.

“Riwayat kanker, jenis pengobatan, dan kondisi kesehatan masing-masing perlu menjadi pertimbangan agar metode yang digunakan benar-benar sesuai, dan IUD adalah salah satu pilihan KB yang bisa digunakan,” kata Thesa.

Menurut Thesa, bagi perempuan dengan riwayat kanker payudara, metode kontrasepsi non-hormonal (tidak mengandung hormon) seperti IUD umumnya menjadi pilihan yang direkomendasikan.

Ini sejalan dengan panduan Society of Family Planning tahun 2025 yang menempatkan kontrasepsi non-hormonal sebagai pilihan utama bagi perempuan dengan riwayat kanker payudara.

Thesa menjelaskan, IUD tidak mengandung hormon sehingga aman untuk penyintas kanker payudara, dengan efektivitas lebih dari 99 persen mencegah kehamilan, serta bisa digunakan dalam jangka 5 hingga 10 tahun.

Metode ini juga bersifat reversibel, sehingga kesuburan dapat kembali setelah IUD dilepas.

Baca Juga: 5 Perubahan Kecil Ini Bisa Turunkan Risiko Kanker

“Banyak perempuan mungkin belum mengetahui bahwa tersedia pilihan KB tanpa hormon, seperti IUD tembaga. Metode ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi penyintas kanker payudara,” kata Thesa.

Meski begitu, Thesa menegaskan bahwa pemilihan metode KB tetap perlu dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan agar benar-benar sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal pada perempuan dengan riwayat kanker payudara perlu mendapat perhatian khusus, karena beberapa jenis kanker payudara sensitif terhadap hormon.

Karena itu, perempuan dengan kondisi medis ini diimbau tidak menentukan metode kontrasepsi sendiri tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis.

Banner Loker

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button