Lifestyle

Apa Itu Hantavirus dan Gimana Cara Mencegahnya?

Ilustrasi Hantavirus. (Gambar dibuat dengan AI Gemini)

Penularan pada manusia

Dikutip dari laman BKPK Kemenkes, Hantavirus menyebar lewat sesuatu yang sering kita anggap sepele yaitu debu yang terkontaminasi kotoran tikus.

Virus ini bisa masuk ke tubuh manusia melalui udara yang mengandung partikel urin, feses, atau saliva tikus, kontak langsung dengan rodensia, luka terbuka pada kulit, dan permukaan yang terkontaminasi.

Dalam pedoman nasional disebutkan, penularan terutama terjadi melalui aerosolized excreta dari rodensia.

Sehingga, seseorang tidak perlu digigit tikus untuk tertular dan cukup berada di lingkungan dengan manifestasi tikus dan menghirup udara yang terkontaminasi.

Baca Juga: WHO Ungkap Penyakit yang Berisiko Picu Pandemi

Gejala Hantavirus

Gejala yang dialami seseorang terinfeksi tergantung pada manifestasi klinisnya.

Pada HFRS, beberapa gejala awal yang ditemukan umumnya berupa:

  • sakit kepala intens
  • nyeri pada punggung dan perut
  • demam
  • menggigil
  • mual
  • penglihatan kabur
  • terdapat kemungkinan timbul gejala lain seperti wajah kemerahan, peradangan, mata merah, atau ruam.

Setelah mengalami gejala awal, seseorang dengan HFRS dapat mengalami gejala lanjutan seperti:

  • tekanan darah rendah
  • syok akut
  • pecah pembuluh darah, dan
  • gangguan ginjal akut

Sementara orang yang terkena HPS umumnya memiliki gejala awal seperti:

  • kelelahan
  • demam, dan
  • nyeri otot terutama di paha, panggul, punggung, dan bahu.

Namun empat hingga sepuluh hari setelah gejala awal, umumnya seseorang dengan HPS mengalami batuk dan sesak napas karena paru-paru yang terisi cairan.

Kasus HPS umumnya mengakibatkan tidak berfungsinya otot jantung dan penurunan jumlah aliran darah (hyperperfusion) sehingga HPS sering disebut sebagai Hantavirus cardiopulmonary syndrome (HCPS).

Leave a Reply