Tren

Baby Boomers Enggan Pensiun, Gen Z Makin Sulit Dapat Kerja

Ilustrasi pekerja Indonesia melihat gaji. (Gambar dibuat dengan AI Gemini)

TopCareer.id – Tren kerja fleksibel seperti work from home (WFH) ternyata membuat para pekerja Baby Boomers lebih nyaman bekerja dan enggan pensiun.

Meski hampir seluruh Baby Boomers sudah memasuki usia pensiun, nyatanya masih banyak pekerja dari generasi ini yang benar-benar pensiun.

Faktor ekonomi jadi salah satu penyebabnya, mengingat banyak dari boomer yang belum benar-benar siap secara finansial untuk pensiun.

Namun, karena banyak boomer yang bertahan lebih lama di pekerjaannya, banyak pekerja yang lebih muda jadi kesulitan naik jabatan.

Menurut survei dari perusahaan energi asal Inggris, Smart Energy GB terhadap 2.000 pekerja, hampir 70 persen responden berusia di atas 60 tahun yang WFH belum berencana untuk meninggalkan pekerjaannya.

Baca Juga: Gen Z Paling Berani Minta Naik Gaji

Mengutip Yourtango, Kamis (9/7/2026) kemudahan yang ditawarkan WFH disebut menghilangkan banyak alasan seseorang ingin pensiun, seperti perjalanan pulang-pergi ke kantor yang melelahkan maupun jam kerja yang panjang.

Banyak responden mengatakan WFH memungkinkannya menikmati berbagai aktivitas yang identik dengan masa pensiun seperti menjalani hobi atau menghabiskan lebih banyak waktu bersama cucu, tanpa harus berhenti bekerja.

Bahkan, tren ini juga mendorong sebagian pensiunan kembali bekerja. Sekitar 14 persen boomer dan anggota Generasi X yang sudah memasuki usia pensiun dilaporkan kembali ke bekerja meski sudah sempat menikmati pensiun.

Di Amerika Serikat, hampir 20 persen pekerja usia 65 tahun ke atas masih aktif bekerja. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan era 1990-an dan empat kali lebih tinggi dibandingkan dekade 1980-an. Tren ini pun dinilai membuat pasar kerja bagi generasi muda jadi lebih rumit.

“Generasi yang lebih muda harus bersaing dengan para boomer yang sangat berpengalaman dan sama sekali belum berniat pensiun,” kata Deepali Vyas, perekrut senior.

Baca Juga: Demi Naik Gaji, Banyak Pekerja Indonesia Siap Lakukan 2 Hal Ini

Meski pekerja usia 20 atau 30 tahun umumnya tidak bersaing langsung dengan boomer yang berada di posisi senior, dampaknya dirasa tetap terasa. Saat posisi pimpinan tidak kosong karena mereka masih bertahan, pegawai di bawahnya tidak bisa naik jabatan.

Akibatnya, posisi-posisi yang lebih rendah juga tidak terbuka bagi pekerja baru. Situasi ini menciptakan semacam kemacetan jenjang karier (career gridlock).

Di sisi lain, perusahaan dinilai sengaja mempertahankan pekerja senior karena mereka memiliki pengetahuan institusional, serta pengalaman yang sangat berharga.

“Banyak perusahaan ingin mempertahankan pengetahuan dan pengalaman para karyawan senior. Jika opsi kerja dari rumah bisa membuat mereka tetap bertahan, perusahaan tentu akan memberikannya,” kata Vyas.

Vyas yakin kondisi ini tak akan berlangsung selamanya. Pada akhirnya, generasi Baby Boomer akan tetap pensiun. Namun hingga saat itu tiba, generasi muda akan kesulitan mendapat pekerjaan atau promosi. Ini bukan semata karena kurangnya kemampuan, tapi juga dipengaruhi macetnya pasar kerja.

Leave a Reply