TopCareer.id – Miliarder dan pendiri Microsoft, Bill Gates, mengusulkan pajak baru bagi perusahaan yang menggantikan manusia dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Hal ini diusulkannya melalui sebuah esai yang dipublikasikannya di situs pribadinya, Gates Notes. Di sana, Bill Gates mengungkapkan kekhawatirannya terhadap bahaya AI.
Dalam tulisannya, Gates mengusulkan soal pajak yang ia sebut “token tax.”
Dia mengatakan bahwa perusahaan selama ini membayar pajak penggajian (payroll tax) untuk karyawan manusia. Namun, saat AI menggantikan pekerjaan pekerja, perusahaan justru bisa mencatat biaya pembelian teknologi sebagai pengeluaran bisnis.
“Sistem perpajakan mendorong Anda untuk menggantikan manusia dengan mesin,” kata Gates, dikutip dari Mashable, Kamis (3/9/2026).
Dia menjelaskan, pajak khusus AI ini bisa diterapkan dengan usulan pajak robot (robot tax), yang sebelumnya juga pernah dia usulkan.
Baca Juga: Pimpinan HR Tak Boleh Abaikan Kemanusiaan Saat Ambil Keputusan
Menurut Gates, pajak ini dapat membantu memperlambat dampak pertumbuhan AI terhadap tenaga kerja. Dana yang terkumpul bisa digunakan untuk program pelatihan ulang pekerja dan memperkuat jaring pengaman sosial.
Ia juga mengatakan pajak itu dapat dirancang agar tidak berdampak pada penggunaan AI yang “sepenuhnya bermanfaat”, seperti membuat layanan kesehatan dan pendidikan menjadi lebih murah.
Selain pajak, Gates juga mengusulkan konsep “Human Reserved” atau pekerjaan tertentu yang secara khusus ditujukan bagi manusia.
Gates menilai pekerjaan yang sulit dialihkan ke bidang lain bagi para pekerjanya dapat masuk dalam kategori Human Reserved.
Ia juga menyebut pekerjaan yang membutuhkan sentuhan manusia seperti caregiving atau perawatan, sebagai profesi yang sebaiknya tetap dilakukan oleh manusia.
Baca Juga: Pencari Kerja Tambahkan Skill AI ke Pengalaman Lama Demi Dilirik Perusahaan
Gates mengatakan pekerjaan tertentu dapat ditetapkan sebagai Human Reserved karena alasan ekonomi, terutama jika pengambilalihan oleh mesin berpotensi membuat banyak orang kehilangan pekerjaan dan sulit beralih ke profesi lain.
“Anda tidak bisa menyuruh seseorang berusia 55 tahun yang sepanjang hidupnya bekerja di bidang konstruksi, untuk bekerja di fasilitas perawatan lansia dan berharap pekerjaan itu akan membuatnya puas,” ujarnya.
Keputusan untuk membuat sebuah profesi sebagai Human Reserved, kata Gates, juga dapat didorong oleh faktor lain.
“Dalam bidang kesehatan, misalnya, bayangkan sebuah robot yang harus menyampaikan kabar buruk kepada Anda bahwa Anda mengidap penyakit yang tidak dapat disembuhkan,” kata Gates.
“Secara teknis, tidak ada alasan mengapa robot tidak bisa melakukannya. Namun, seharusnya bukan robot yang menyampaikan kabar tersebut,” imbuhnya.



