Tren

Wamen P2MI Ungkap 289 Ribu Lowongan Kerja Luar Negeri Terbuka buat Pekerja RI

TopCareer.id – Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani mengungkapkan ada sekitar 289 ribu lowongan kerja yang terbuka bagi pekerja Indonesia di luar negeri.

Menurut Christina, masyarakat pun bisa melihat daftar lowongan kerja yang terbuka melalui sistem SISKOP2MI (Sistem Informasi dan Komputerisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) yang disediakan Kementerian P2MI.

“Sebetulnya sistem ini merupakan sistem yang memuat segala peluang kerja di luar negeri yang saat ini ada yang sudah terverifikasi oleh perwakilan Indonesia di luar negeri yang aman, yang dimonitor oleh Kementerian P2MI,” kata Christina.

Ia mengatakan, jika masyarakat tertarik untuk mencari pekerjaan di luar negeri, cara termudah adalah dengan mengeceknya di SISKOP2MI.

Dalam konferensi pers yang digelar Badan Komunikasi RI tersebut, Christina mengungkapkan ada 289.938 lowongan yang tercatat di SISKOP2MI per 30 Agustus 2026.

Sejumlah sektor yang dibuka termasuk kesehatan, manufaktur, hospitality, welder, konstruksi, Anak Buah Kapal, kelistrikan, pengelasan, dll.

“Ini semua ada di situ 289.000. Sayangnya sampai hari ini yang baru terisi itu baru sedikit sekitar 20 persen,” kata Christina di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Data Sistem Informasi Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI) mencatat, ada 289.938 peluang kerja luar negeri namun baru 74.335 posisi atau sekitar 25,64 persen yang terserap.

Berdasarkan paparan Kementerian P2MI, lima sektor yang paling banyak dibutuhkan yaitu pekerja domestik (66.971), kesehatan (64.229), manufaktur (48.824), Perikanan, Peternakan, Perkebunan, dan Pertanian (14.420), serta Hospitality (13.639).

Kemudian, negara penempatan yang paling banyak terbuka lowongan yaitu Taiwan (124.951), Malaysia (27.933), Hong Kong (21.874), Singapura (15.317), dan Turki (6.823).

“Terus ada Eropa Timur juga di situ, Bulgaria, Slovakia ini juga mengalami aging population atau penduduk usia produktifnya memilih untuk bekerja di Eropa Barat, sehingga di situ peluang bagi pekerja migran dari Indonesia,” kata Christina.

Peluang inilah yang diincar untuk diisi pekerja-pekerja dari Indonesia, termasuk melalui program SMK Go Global.

Program SMK Go Global sendiri menargetkan 500.000 tenaga kerja Indonesia ke pasar kerja internasional, yang dilaksanakan secara bertahap hingga 2029.

SMK Go Global menargetkan penempatan 40.000 tenaga kerja pada 2026, kemudian meningkat menjadi 140.000 pada 2027, 180.000 pada 2028, dan 140.000 pada 2029.

Banner Loker

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button