Tren

Dukcapil Ungkap Banyak WNI Pakai Nama Tokoh Anime, Ada Naruto dan Sasuke

TopCareer.id – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkapkan banyak penduduk Indonesia menggunakan tokoh-tokoh anime sebagai namanya.

Hal ini diungkap oleh Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026).

“Ada yang namanya Nobita. Ada yang Sasuke, Naruto, Uchiha, D. Luffy, Shinchan,” kata Teguh, seperti dikutip siaran YouTube Dukcapil Kemendagri.

Dalam presentasinya, jumlah penduduk yang dicatat Dukcapil menggunakan nama “Uzumaki” mencapai 190, diikuti Nobita (181 orang), Sasuke (158 orang), Naruto (157 orang), Uchiha (152 orang), dan D. Luffy (79 orang).

Nama-nama tokoh anime lain yang digunakan warga negara Indonesia dan tercatat di Dukcapil yaitu Shinchan (65 orang), Boruto (60 orang), Usopp (37 orang), Inuyasha (23 orang), Doraemon (16 orang), dan Suneo (8 orang).

Teguh menegaskan, penggunaan nama-nama tersebut berdasarkan data yang dicatat oleh Dukcapil.

“Ini serius. Saya bisa dituntut kalau ngomong bohong. Dirjen Dukcapil ngomongnya atas dasar kependudukan, tapi ternyata banyak,” kata Teguh.

Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan Saat Lupa Nama Teman Kantor?

Dalam kesempatan itu, Teguh menyebut memang ada pergeseran tren penamaan pada generasi saat ini seperti Generasi Alpha dan Beta.

“Ternyata generasi Alfa bahkan Beta juga, nama-nama lokal itu sudah mulai tergantikan,” katanya.

Menurutnya, di Pulau Jawa misalnya, saat ini akan lebih sulit menemukan anak-anak berusia 5 hingga 10 tahun yang memakai nama seperti Joko, Sutrisno, atau Slamet. “Ada, tapi mungkin sedikit,” kata Teguh.

Teguh mengungkapkan, pada Generasi Baby Boomer, nama yang paling banyak dipakai laki-laki adalah Slamet dan Sutrisno. Sementara pada perempuan yaitu Aminah dan Nurhayati.

Di Generasi X, Sutrisno menjadi nama laki-laki paling populer diikuti Mulyadi. Pada perempuan, nama Nurhayati dan Sulastri jadi yang paling populer.

Untuk Generasi Milenial, nama Herman banyak dipakai oleh laki-laki, diikuti Sutrisno. Sementara pada perempuan nama Nurhayati dan Sri Wahyuni banyak digunakan.

Baca Juga: 9 Nama Unik Indonesia yang Tercatat di Dukcapil, Terinspirasi Covid?

Pergeseran tren mulai terlihat jelas pada Generasi Z, di mana nama-nama lama mulai digantikan oleh nama yang terkesan lebih modern.

Nama Ardiansyah dan Aldi menjadi dua nama paling populer untuk anak laki-laki. Di sisi lain, Sri Wahyuni dan Siti Aisyah paling banyak dipakai perempuan.

Sementara di Generasi Alpha, banyak laki-laki menggunakan nama Muhamad Al Fatih dan Muhamad Rafa Azka P. Kemudian untuk perempuan yaitu Siti Aisyah dan Aisyah Ayudia.

Menurut Teguh, nama-nama populer di daerah seperti Bali, Manado, Sulawesi Utara, NTT, atau Papua mungkin berbeda. Namun menurutnya, ada kemungkinan berkurangnya penggunaan nama lokal.

“Nama-nama yang khas Papua sekali mungkin juga sudah mulai berkurang menjadi nama-nama yang tadi ada unsur-unsur, yang relatif mungkin dianggap modern,” ujarnya.

Banner Loker

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button