TopCareer.id – LinkedIn dikabarkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada sekitar 5 persen pekerjanya.
Dalam pengumumannya pekan lalu, PHK ini dilaporkan sebagai dampak dari reorganisasi tim, sekaligus upaya untuk fokus pada area bisnis yang sedang bertumbuh.
Menurut Reuters, LinkedIn memiliki lebih dari 17.500 karyawan penuh waktu di seluruh dunia. Namun media itu belum bisa memastikan divisi apa saja yang terdampak.
Sementara dikutip dari Fast Company, Rabu (20/5/2026), pemangkasan karyawan pada platform milik Microsoft ini mungkin akan berdampak pada sekitar 875 karyawan.
CEO LinkedIn Daniel Shapero, dalam memo internalnya kepada karyawan, tidak secara khusus menyebut kecerdasan buatan (AI) sebagai alasan pemangkasan pekerjanya.
Sebaliknya, Shapero menyoroti perubahan besar yang sedang terjadi di industri.
Baca Juga: Disney PHK 1.000 Karyawan, Marvel Kena Imbas
“Untuk menghadapi momen ini, kita harus mempersiapkan diri guna menghadirkan lompatan besar dalam dampak produk, bisnis, dan platform kami, sambil tetap beroperasi secara lebih menguntungkan,” kata Shapero.
“Kami perlu mengubah cara kerja, dengan tim yang lebih lincah dan fokus pada prioritas utama, serta mengalihkan investasi ke area seperti infrastruktur demi mewujudkan misi dan visi jangka panjang,” imbuhnya.
Shapero menambahkan, situasi ini membutuhkan prioritas yang tegas dan berbagai kompromi.
Selain itu, Shapero juga melaporkan akan mengurangi investasi di beberapa area seperti kampanye pemasaran, pengeluaran vendor, acara pelanggan, hingga ruang kantor yang kurang dimanfaatkan.
LinkedIn sendiri berkantor di Sunnyvale, California.
Perusahaan pun juga sudah mengonfirmasi PHK tersebut kepada Fast Company, namun enggan mengungkapkan angkanya.
“Sebagai bagian dari perencanaan bisnis rutin kami, kami telah melakukan perubahan organisasi untuk memposisikan perusahaan sebaik mungkin demi kesuksesan di masa depan,” kata juru bicara LinkedIn.
PHK terjadi saat pendapatan LinkedIn naik 12 persen pada kuartal terakhir dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini juga meningkat lebih cepat sepanjang 2026, menurut dokumen keuangan Microsoft.
Baca Juga: Oracle Pangkas Puluhan Ribu Karyawan, Staf Dapat Email PHK Jam 6 Pagi
Sejumlah perusahaan teknologi diketahui mulai mengubah operasional mereka supaya lebih fokus pada AI.
Perusahaan pembayaran digital milik Jack Dorsey, Block, pada Februari lalu mengumumkan rencana PHK ke hampir setengah tenaga kerjanya.
Sementara itu, Cloudflare pekan lalu mengungkap pemangkasan sekitar 20 persen karyawan. Reuters sebelumnya juga melaporkan Meta Platforms menargetkan PHK pada 20 Mei.
Meski sejumlah pimpinan industri AI memperingatkan potensi hilangnya pekerjaan akibat teknologi tersebut, sebagian eksekutif lain menilai AI lebih mengubah cara kerja alih-alih sepenuhnya menghapus pekerjaan.
Banyak pengembang perangkat lunak di Silicon Valley misalnya, kini menggunakan AI untuk membantu membuat kode program.
Menurut situs pelacak PHK pekerja teknologi, Layoffs.fyi, ada lebih dari 103.000 PHK terjadi sepanjang tahun ini. Angka itu mendekati total lebih dari 124.000 PHK sepanjang 2025, menurut data dari situs yang sama.






