Tren

57 Persen Orang Indonesia Simpan KTP hingga Paspor di HP

TopCareer.id – 57 persen orang Indonesia masih menyimpan dokumen pribadi seperti KTP dan paspor di handphone (HP) mereka. Hal ini terungkap dalam survei terbaru Kaspersky yang dilakukan di Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Menurut survei pada Maret 2026, 72 persen persen responden Asia Pasifik menganggap ponsel pintar sebagai perangkat utama mereka untuk mengakses internet. Di Indonesia, 77 persen responden mengandalkan smartphone sebagai gerbang utama untuk online.

Dengan semakin meningkatnya penggunaan ponsel sebagai pendamping digital utama di Asia Pasifik, volume data penting yang tersimpan di dalamnya ikut meningkat signifikan.

“Sekarang ponsel pintar kita berfungsi sebagai asisten lengkap yang menyentuh setiap aspek kehidupan kita. Data yang kita percayakan kepada mereka jauh melampaui foto, nomor telepon, atau pesan teks,” kata Anton Kivva, pakar keamanan siber Kaspersky, mengutip siaran pers, Kamis (23/7/2026).

Pertanyaan utama pun kini bukan lagi soal apa yang disimpan namun bagaimana cara melindunginya. Sehingga, keamanan harus menjadi bagian integral dari perangkat seperti halnya data yang dibawanya.

Hampir dua pertiga (65 persen) responden menyimpan foto dan video pribadi, diikuti detail kontak (57 persen). Semenara setengahnya (50 persen) menyimpan pesan teks dan riwayat obrolan.

Baca Juga: Riset Kaspersky: 84 Persen Orang Simpan Data Sensitif Secara Digital

Laporan juga mencatat hampir satu dari dua (49 persen) juga menyimpan dokumen pribadi seperti kartu identitas, paspor, atau dokumen asuransi di ponsel pintar mereka.

Di seluruh Asia Pasifik, hampir setengah (47 persen) responden menyimpan email pekerjaan dan 31 persen menyimpan kalender pekerjaan di perangkat mereka.

Responden juga menyimpan informasi keuangan sensitif di ponsel mereka. 38 persen menyimpan detail perbankan dan 34 persen menyimpan kata sandi dan kredensial login.

Kategori yang lebih baru seperti riwayat obrolan AI (27 persen) jugasemakin menunjukkan bagaimana ponsel pintar telah berubah menjadi pusat penyimpanan kehidupan digital masyarakat.

Sementara di Indonesia, angka kepercayaan masyarakat untuk menyimpan informasi sehari-hari di HP lebih besar ketimbang rata-rata Asia Pasifik.

Orang Indonesia lebih cenderung menyimpan data seperti email pekerjaan (57 persen), dokumen pribadi seperti KTP, paspor, asuransi, tiket (57 persen), kata sandi dan detail login (47 persen), catatan (45 persen), hingga informasi belanja (44 persen).

3 Tips jaga data pribadi di HP

Untuk menjaga keamanan data pribadi yang disimpan di ponsel, berikut tiga tips dari para ahli Kaspersky:

  • Tidak ada data yang seharusnya cuma disimpan di ponsel

Jangan jadikan ponsel sebagai satu-satunya tempat penyimpanan untuk semua jenis informasi.

Data yang paling sensitif seperti kata sandi, identitas, atau detail keuangan perlu perhatian khusus dan sebaiknya disimpan dalam format yang terlindungi.

Gunakan solusi keamanan khusus yang tak hanya menyimpan kredensial dan kartu bank dengan aman, tapi juga bisa jadi brankas rahasia khusus untuk menyimpan dokumen penting seperti paspor/ID yang dipindai dan file PDF, alamat, dan catatan.

Baca Juga: Riset Ungkap Banyak Korban Pelecehan di Internet Tak Cari Bantuan, Kenapa?

  • Buat perlindungan terhadap ancaman digital

Perangkat seluler perlu perlindungan siber komprehensif yang sama seperti PC.

Pakar pun merekomendasikan solusi keamanan siber berlapis yang memindai aplikasi saat instalasi serta memanfaatkan AI untuk memblokir tautan berbahaya dan phishing secara real-time demi mencegah kehilangan data dan uang.

  • Buat rencana cadangan (Plan B)

Kehilangan ponsel selalu terjadi secara tak terduga. Namun, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak terburuknya.

Pertama, aktifkan layanan lokasi. Baik Android maupun iOS menyertakan alat bawaan yang dapat menemukan ponsel yang hilang dan jika perlu, menghapus datanya dari jarak jauh.

Kedua, aktifkan pencadangan otomatis. Backup rutin memastikan foto, video, dokumen, kontak, dan data penting lainnya dapat dipulihkan bahkan jika perangkat hilang atau dicuri.

Ketiga, konfigurasikan penguncian otomatis instan. Mengatur ponsel untuk terkunci segera setelah layar mati membuatnya tidak dapat diakses oleh pencuri atau penjahat siber saat Anda tidak menggunakannya.

Terakhir, jaga keamanan fisik perangkat. Di ruang publik, jangan pernah meninggalkan ponsel tanpa pengawasan atau dalam jangkauan mudah. Selain itu, hindari meletakkannya di atas meja, di saku belakang, atau tempat rentan lainnya.

Banner Loker

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button