EdukasiLifestyle

Malas Balik Kuliah Usai Liburan, Ini Pesan dari Pakar Unesa

Ilustrasi kuliah. (Gambar dibuat dengan AI ChatGPT)

TopCareer.id – Bagi mahasiswa, kembali masuk kuliah usai musim liburan bisa terasa melelahkan dan menurunkan motivasi.

Fenomena post-holiday blues atau rasa lesu, hilangnya semangat, atau kesulitan fokus setelah libur bisa terjadi pada semua orang, termasuk pekerja dan mahasiswa.

Meita Santi Budiani, pakar psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengingatkan bahwa penting untuk melakukan strategi transisi yang terukur saat kembali kuliah usai liburan.

Ia mengatakan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah melakukan refleksi terhadap capaian akademik sebelum liburan.

Mahasiswa pun perlu mengidentifikasi target yang sudah tercapai maupun agenda yang masih tertunda untuk memetakan prioritas baru.

“Penting untuk mengidentifikasi poin mana yang perlu dikejar dalam waktu dekat. Refleksi ini memberikan batasan yang jelas agar kita memiliki kompas untuk kembali fokus pada tujuan.” kata Meita.

Baca Juga: Kembali Bekerja Usai Liburan? Cek 5 Tips Ini Biar Bisa Produktif Lagi

Penting juga untuk mereaktivasi motivasi diri. Mahasiswa harus ingat untuk meninjau lagi alasan di balik setiap target akademik, terutama kaitannya dengan kesiapan pascakampus.

Meita menegaskan, dunia kerja menuntut kemampuan untuk bersaing dengan individu yang memiliki prestasi serupa.

“Keunggulan kompetitif tidak hanya lahir dari nilai akademik, tetapi juga dari pengembangan soft skill dan keaktifan berorganisasi,” kata Meita, mengutip laman resmi Unesa, Senin (30/3/2026).

“Masa transisi ini adalah momentum tepat untuk kembali memacu potensi diri agar siap menghadapi kompetitor di masa depan,” dia menambahkan.

Salah satu kunci untuk mengatasi kemalasan pascaliburan adalah self-awareness atau kesadaran diri.

Mahasiswa yang paham terhadap ritme kerja dan kondisi emosinya akan lebih mudah menentukan cara belajar yang efektif, termasuk mengatur waktu istirahat secara proporsional.

Baca Juga: Liburan Juga Harus Dukung Tumbuh Kembang anak

Apabila fokus belum stabil, Meita menyarankan mahasiswa memakai Metode Pomodoro. Teknik ini dilakukan dengan fokus mengerjakan tugas selama 25 menit, diikuti istirahat singkat selama 5 menit secara berulang.

Menurut Meita, metode ini bisa membantu tetap produktif tanpa merasa terbebani secara mental.

“Kita bisa mulai bekerja secara bertahap meskipun mood belajar belum sepenuhnya kembali normal,” kata Meita.

Lewat langkah-langkah yang reflektif dan teknik kerja yang praktis, mahasiswa pun diharapkan bisa membangun lagi energi positif.

Meita menegaskan, transisi yang tertata tak hanya membantu penyelesaian tanggung jawab akademik, tetapi juga membentuk mentalitas yang tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan.

Leave a Reply