TopCareer.id – Seiring dengan digitalisasi, masyarakat kini bisa menyalurkan kurban Hari Raya Iduladha dengan lebih mudah lewat platform digital atau aplikasi penyedia layanan kurban.
Meski begitu, masyarakat tetap harus waspada terhadap penipuan yang berkedok menyalurkan kurban secara daring.
Niki Luhur, Founder dan Group CEO Vida mengatakan, Iduladha merupakan momen ketika masyarakat berlomba-lomba menebar kebaikan, salah satunya lewat kurban dan sedekah.
Di saat yang sama, hal ini juga akan membuat aktivitas transaksi digital juga meningkat.
“Karena itu, penting untuk lebih cermat memeriksa setiap transaksi dan tidak terburu-buru mengklik tautan yang mencurigakan,” kata Niki, mengutip siaran pers, Sabtu (23/5/2026).
“Kewaspadaan sederhana dapat menjadi langkah penting untuk melindungi diri dari penipuan digital, khususnya dalam transaksi kurban online,” Niki menambahkan.
Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026
Data dari Whitepaper VIDA 2026 SEA Digital Identity Fraud Outlook mencatat, serangan fraud kini semakin terorganisasi dan terus berkembang.
Pelaku kerap menggabungkan berbagai metode sekaligus dalam satu serangan, mulai dari deepfake, social engineering, hingga account takeover.
Kondisi ini membuat semakin banyak titik rawan dalam setiap aktivitas digital yang dilakukan masyarakat, termasuk saat melakukan transaksi kurban.
Tips hindari penipuan saat kurban via online
Maka dari itu, ada beberapa tips yang dapat dilakukan masyarakat supaya terhindar dari penipuan digital berkedok kurban online jelang Iduladha:
Pilih lembaga resmi dan tepercaya
Pastikan transaksi dilakukan melalui lembaga atau platform kurban yang memiliki identitas jelas dan reputasi yang baik.
Waspadai harga yang terlalu murah
Masyarakat perlu lebih cermat apabila menemukan penawaran kurban dengan harga jauh di bawah rata-rata pasar.
Hindari mengklik tautan atau dokumen mencurigakan
Tautan maupun dokumen dari sumber yang tidak dikenal berpotensi menjadi celah penyebaran malware maupun pencurian data pribadi.
Baca Juga: Jelang Iduladha, Ini Tips Pilih Hewan Kurban yang Sehat dan Layak
Jangan pernah membagikan OTP atau data pribadi sensitif
Penyalur kurban yang resmi tidak akan meminta kode OTP maupun informasi pribadi yang bersifat rahasia.
Penjual hewan kurban juga wajib waspada
Tak cuma pembeli, penjual atau penyedia hewan kurban juga harus waspada terhadap penipuan.
Karena itu, penyedia kurban perlu lebih teliti dalam memverifikasi setiap bukti pembayaran dan memastikan dana benar-benar telah masuk ke rekening sebelum transaksi diproses.






