Menko Airlangga Sebut Hilirisasi dan Makanan Minuman Paling Banyak Serap Tenaga Kerja
TopCareer.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menyebut bahwa di semester 1 tahun 2026, jumlah serapan tenaga kerja meningkat 15 persen jika dibandingkan tahun lalu.
“Jumlah tenaga kerja yang terserap di semester 1 2026 sebesar 1,45 juta tenaga kerja langsung dan dibandingkan tahun lalu ini naik 15 persen,” kata Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, di tengah kasus-kasus pemutusan hubungan kerja (PHK), jumlah orang yang dipekerjakan di lapangan kerja dan investasi baru meningkat.
Baca Juga: BPS Klaim Pengangguran Turun Jadi 7,22 Juta Orang
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, jumlah pengangguran di Indonesia turun ke angka 7,22 juta orang.
Menurut BPS jumlah angkatan kerja di tanah air tercatat mencapai 155,41 juta orang atau naik 497 ribu orang jika dibandingkan Februari 2026.
“Penduduk tambahan yang bekerja itu bertambah 522 ribu orang di bulan Februari dan Mei, sehingga jumlah orang yang bekerja sebesar 148,19 juta orang,” kata Airlangga merujuk data BPS.
Sementara itu, angkatan kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja menjadi pengangguran yaitu sebanyak 7,22 juta orang atau turun sekitar 24.000 orang dibandingkan bulan Februari tahun 2026.
Baca Juga: BPS Sebut Pengangguran Turun, DPR Ingatkan Soal Kualitas Pekerjaan
Adapun, Airlangga mengklaim bahwa pertumbuhan penyerapan tenaga kerja didorong oleh investasi terutama di sektor hilirisasi yang mencapai 30 persen, serta manufaktur di Pulau Jawa.
“Jadi sektor itulah yang menjadi salah satu penopang untuk peningkatan penyerapan daripada tenaga kerja,” kata Menko Airlanga.
Selain itu, Airlangga juga mengatakan sektor jasa makanan dan minuman juga mendorong pertumbuhan tenaga kerja dengan angka mencapai 10 persen.



