TopCareer.id – Populasi Jepang menurun 3,09 juta jiwa atau 2,5 persen sejak 2020 sampai 2025. Angka ini menjadi penyusutan terbesar sepanjang sejarah.
Menurut Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, populasi di negara itu mencapai 123,04 juta jiwa pada tahun 2025.
Laporan awal hasil sensus nasional yang dirilis Jumat menunjukkan bahwa populasi Jepang per 1 Oktober 2025 tercatat sebanyak 123.049.524 jiwa, turun 3.096.575 orang dibandingkan sensus sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, laki-laki berjumlah 59.778.826 orang, sedangkan perempuan 63.270.698 orang.
Mengutip The Japan News, Jumat (5/6/2026), pada sensus 2015 dan 2020, jumlah penduduk Jepang masing-masing tercatat menyusut kurang dari 1 juta jiwa.
Kementerian menjelaskan bahwa populasi negara tersebut terus menua, sementara angka kematian masih melampaui angka kelahiran.
Penurunan pada sensus terbaru juga diyakini sebagai dampak pandemi Covid-19 terhadap sensus sebelumnya, saat banyak warga Jepang yang sementara waktu kembali ke negara itu.
Baca Juga: Dapat Rp 3,3 Miliar dari Investasi, Pria Jepang Ini Masih Kerja Jadi Petugas Kebersihan
Berdasarkan wilayah prefektur, jumlah penduduk menurun di 45 prefektur, kecuali Tokyo dan Okinawa.
Bahkan enam prefektur yang sebelumnya masih mencatat pertumbuhan penduduk di sensus terakhir kini mengalami penurunan.
Populasi Prefektur Saitama berkurang sekitar 58.000 orang, Prefektur Chiba turun sekitar 26.000 orang, dan Prefektur Kanagawa turun sekitar 44.000 orang dibandingkan sensus sebelumnya.
Sebaliknya, Tokyo mencatat pertambahan sekitar 199.000 penduduk, menunjukkan konsentrasi penduduk di ibu kota semakin meningkat.
Dengan kenaikan tersebut, total populasi kawasan metropolitan Tokyo yang mencakup Tokyo, Kanagawa, Saitama, dan Chiba mencapai sekitar 36,98 juta jiwa atau lebih dari 30 persen total populasi Jepang.
Sensus terbaru juga menunjukkan jumlah rumah tangga mencapai rekor tertinggi, yakni 57.124.507 rumah tangga, meningkat 1.294.353 dibandingkan sensus terakhir.
Baca Juga: Banyak Pekerja di Jepang Jadi Quiet Quitters, Kenapa?
Kenaikan ini diduga dipicu meningkatnya jumlah warga lajang dan lansia yang tinggal sendiri. Rata-rata jumlah anggota rumah tangga pun turun ke rekor terendah, yakni 2,15 orang per rumah tangga.
Jepang menggelar sensus penduduk besar setiap 10 tahun sekali, sementara sensus sederhana dilakukan setiap lima tahun setelah sensus besar. Sensus 2025 merupakan sensus sederhana.
Sensus lima tahun sekali mencatat seluruh orang yang tinggal di Jepang, termasuk warga negara asing. Data yang dikumpulkan mencakup informasi seperti usia, jenis kelamin, dan status pekerjaan.
Mengutip The Japan Times, data terbaru itu menempatkan Jepang sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-12 di dunia, turun satu peringkat dari posisi 11 di sensus sebelumnya.
Di antara 20 negara berpenduduk terbesar di dunia, Jepang, Rusia, China, dan Thailand sama-sama mengalami penurunan jumlah penduduk pada 2025 dibandingkan 2020.
Namun, Jepang mencatat penurunan terbesar di antara negara-negara tersebut.






