Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Friday, December 6, 2019
redaksi@topcareer.id
Sosok

Semangat Liang Chiu Sia untuk Terus Cetak Atlet Bulutangkis Berprestasi

Topcareer.id – Usia boleh lanjut, tapi semangat untuk terus bisa mencetak atlet bulutangkis berprestasi tak pernah padam dari dirinya. Mantan juara dunia bulutangkis yang kini berusia 70 tahun ini seolah menjadikan bulutangkis sebagai nyawanya. Setelah gantung raket, Liang Chiu Sia lebih banyak menghabiskan waktunya menjadi pelatih. Ia seolah tak bisa jauh dari lapangan, net, raket dan bola (shuttlecock).

“Saya tahu banyak tentang bulutangkis, jadi kenapa enggak saya bagikan ke orang lain.” kata Liang Chiu Sia kepada Topcareer.id

Mantan Pelatih Susi Susanti, Liang Chiu Sia. Foto: Topcareer.id/Irwan

Gedung Olah Raga (GOR) Pola Bugar yang terletak di Kedoya, Jakarta Barat menjadi rumah kedua bagi mantan pelatih Susi Susanti ini. Setiap hari dari Senin-Minggu ia bermain bulutangkis selama satu jam, sisanya ia gunakan untuk melatih anak didiknya.

Baca Juga: Liang Chiu Sia: Jadi Atlet Harus Juara

Wanita kelahiran Cirebon, 9 September 1949 ini, kembali ke tanah air setelah pemerintah Indonesia melalui Menteri olah raga saat itu Abdul Gafur memintanya untuk melatih Timnas Indonesia.

Liang Chiu Sia yang kala itu menetap di Hongkong dan telah menjadi atlet nasional China, merasa terpanggil untuk kembali ke tanah kelahirannya, dimana orang tua dan adiknya berada. Liang Qiuxia diangkat PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) menjadi pelatih tim nasional Indonesia sejak tahun 1985. Sejak itu Chiu Sia menggembleng tim putri seperti Susi Susanti, Minarti Timur, Sarwendah Kusumawardhani, Yuni Kartika, Yuliani Santoso, Mia Audina dan masih banyak lagi. Di bawah besutannya tim putri Indonesia berhasil merebut juara baik olimpiade,Asian Games, Uber Cup, maupun kejuaraan dunia lainnya.

“Saya lahir di Cirebon. Orang tua, adik, dan keluarga saya semua disini (Indonesia), saya hanya mau dekat mereka”jelas Liang Chiu Sia.

Sementara itu sang adik Tjun Tjun juga atlet bulutangkis dengan segambreng prestasi top di nomor ganda putra dan ganda campuran. Selain peraih medali emas SEA Games (1977), dia merupakan peraih emas Asian Games (1974), juara All England (1975, 1977-1980), dan tiga kali ikut memenangkan Thomas Cup (1973, 1976 dan 1979). di Indonesia.

Baca Juga: Susi Susanti Di Mata Sang Pelatih

Berbeda dari Tjun Tjun, Liang Chiu Sia ( kadang ditulis Liang Chiu Hsia) berkewarganegaraan China meski lahir di Cirebon. Liang Chiu Sia pindah ke China pada 1960 bersama sekitar 100 ribu etnis Tionghoa setelah kerusuhan rasial di Cibadak tahun 1959.

Dalam kariernya sebagai pemain China, Liang meraih medali emas Asian Games 1974 dan Kejuaraan Asia serta Asian Games 1978 di tunggal putri. Lalu pada 1985 dia kembali ke Indonesia untuk melatih di PB Djarum dan kemudian Pelatnas PBSI.

Liang Chiu Sia sedang melatih salah satu muridnya, Yulia. Foto: Topcareer.id/Wulan

Beberapa kali Liang Chiu Sia mendapat tawaran untuk melatih timnas negara lain seperti Thailand, Vietnam, dan China namun semua ditolak, karena ia merasa panggilannya adalah di Indonesia.

“Karena saya lahir dan besar di disini, jadi ya saya harus mengabdikan diri saya di negara ini. Saya berikan semua kepada Indonesia.”ungkapnya.

Kini setelah pensiun sebagai pelatih pelatnas, Liang Chiu Sia lebih banyak menghabiskan waktunya sebagai pelatih bulutangkis. Murid yang ia latih mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Menariknya Qiuxia tak pernah mematok biaya untuk anak didiknya. Dua atlet yang kini dibawah besutannya yakni Yuliani Susanto (25), dan Agil (15).

Kisah perjuangan Susi Susanti dalam meraih prestasi sebagai juara di olimpiade dibawah gemblengan Chiu Sia akan diangkat dalam sebuah Film Biopik Susi Susanti yang akan mulai diputar di bioskop seluruh tanah air pada 24 Oktober 2019 mendatang. Chiu Sia akan diperankan oleh Jenny Zhang. Sedangkan Laura Basuki akan memerankan tokoh Susi Susanti.

the authorRetno Wulandari

Leave a Reply