Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Wednesday, November 13, 2019
redaksi@topcareer.id
Profesional

Usaha JNE Akomodasi Bisnis Online Pelaku UKM

Topcareer.id – Dari satu juta kiriman per hari yang dilakukan oleh perusahaan logistik JNE, 70 persennya merupakan kiriman yang berasal dari sektor e-commerce atau sosial commerce. Sektor ini tentu didominasi oleh pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Data itu disampaikan oleh Deputy Director e-Commerce &Partnership JNE, Mayland Hendar Prasetyo. Karena sektor ini mengambil angka yang cukup besar dalam pengiriman, JNE berkomitmen untuk membantu ekonomi digital lewat dukungan terhadap UKM dengan kemudahan pengiriman.

“Seller itu ketika datang ke JNE pikiran mereka adalah saya harus mengelola budget untuk membeli produk, mengirimkan barang kemudian dia ngasih diskon. Satu untuk mengirimkan produk ke JNE dia nggak perlu repot-repot bayar ada strategi cashless, itu kita kerja sama dengan e-commerce,” kata Mayland menjawab pertanyaan Topcareer.id, Selasa (16/10/2019).

Baca juga: Hindari Kesalahan Ini saat Mulai Bisnis Online

Yang kedua, tambahnya, pembayaran juga tak perlu repot karena ada kerja sama dengan dompet digital, DANA. Bahkan strategi ini tak hanya menguntungkan bagi seller, tapi juga buyer yang menginginkan pembayaran lewat COD (cash on delivery).

Lebih spesifik dalam membantu UKM, Mayland menyebut JNE memiliki smart ware house di mana pelaku UKM tak perlu pusing soal gudang penyimpanan. Sering ditemui dari pelaku usaha, yakni proses warehousing yang jadi beban sehingga strategi pemasaran terganggu.

“Jadi UKM itu boleh taruh brangnya di JNE. Kami yang kelola, kami yang packaging, kami yang drop, sampai rak-rak semuanya. Kemudian si UKM ketika dapat order dari luar dia tinggal sebutkan aja nomor kirimannya berapa nanti kami yang olah sampei ke last mail-nya,” ucap Mayland.

Baca juga: Tips Bikin Konten Instagram Stories Menarik untuk Online Shop

Tarkait biaya sewa gudang pertama itu memang ada hitungannya. Hitungannya bukan per hari, tapi ketika barang tersebut hit sampai ke luar itu baru masuk hitungan. Jika pakai hitungan per hari, maka akan menjadi kesulitan bagi UKM.

Jika 70 persen merupakan pengiriman dari sektor market place atau e-commerce, 30 persen lainnya adalah pengiriman retail base. Mayland mencontohkan retail base, seperti pengiriman barang dari ibu ke anaknya yang tinggal berjauhan atau berkirim barang dengan anggota keluarga.

“Kami optimis ke depan dengan kemudahan transaksi, dengan cashless payment, atau para UKM yang dimudahkan dengan gudangnya, dimudahkan pembayarannya, serta kemusahan yang lain, JNE optimis pertumbuhan naik.” *

Editor: Ade Irwansyah

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply