Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Monday, November 18, 2019
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

REVIEW FILM: Countdown, Aplikasi untuk Mengetahui Sisa Umur Kamu

Aplikasi CountdownAplikasi Countdown

Topcareer.id – Barangkali kamu benaran mencari aplikasinya di Google Play dan tidak menemukannya, jangan marah dulu! Aplikasi ini cuma rekaan untuk horor terbaru bertajuk Countdown.

Mengangkat ramuan ala Final Destination, Scream, dan beberapa horor 1990-an lainnya, Countdown menyuguhkan cerita tentang sebuah aplikasi yang bisa memberi informasi tentang sisa usia pengunduhnya.

Tak ada yang spesial dari aplikasi ini selain hitungan mundur dan suara tawa sok horor yang menyebalkan sebagai tanda alarm waktu hidup pengguna aplikasinya.

Baca juga: Review Perempuan Tanah Jahanam: Joko Anwar Sekali Lagi Bicara Ibuisme

Sinopsis

Film horor Countdown bermula ketika sekelompok orang yang sedang berpesta mengunduh aplikasi ini sebagai taruhan minum. Yang umurnya tinggal sedikit, wajib menghabiskan minuman teman-temannya.

Apes bagi Courtney (Anne Winters), ia kebagian umur paling pendek. Meski tak jadi mabuk karena jatah minumannya dihabiskan oleh kekasihnya, Evan (Dillon Lane), namun Courtney tewas dengan mengenaskan setelah usianya di aplikasi tersebut habis. Sementara Evan yang mengalami kecelakaan mobil, tetap hidup meski mengalami luka parah di kakinya.

Salah satu adegan di film Countdown.
Salah satu adegan di film Countdown.

Beberapa bulan kemudian, cerita kemudian beralih ke tokoh Quinn Harris (Elizabeth Lail) yang sedang menjadi suster magang di rumah sakit tempat Evan dirawat.

Quinn yang dicurhati Evan tentang pengalaman buruknya, lantas mencoba aplikasi terkutuk itu bersama teman-teman satu kerjaannya untuk seru-seruan. Hasilnya? Quinn berumur paling pendek, wow!

Baca juga: Review Susi Susanti: Love All, Bukan Film Biopik Biasa

Harusnya bagus, tapi…

Andai saja berani tegas dalam menentukan arah cerita, Countdown sebenarnya bisa menjadi film horor yang layak tonton. Namun Justin Dec selaku penulis sekaligus sutradara film nampak bimbang memutuskan hal tersebut, terutama dengan karakter Quinn.

Kebingungan bisa terlihat di pertengahan film di mana penonton tiba-tiba dijejali sub plot pelecehan seksual yang dialami Quinn di tempat kerja.

Itu belum termasuk cerita tentang keluarganya yang berantakan, atau romansa ala sinetron dengan tokoh Matt Monroe (Jordan Calloway) yang ditemuinya di toko handphone.

Baca juga: Nonton Film Horor Ternyata Baik untuk Kesehatan

Matt Monroe (Jordan Calloway), penjual handphone, dan Quinn Harris (Elizabeth Lail). Sumber foto: Trailer
Matt Monroe (Jordan Calloway), penjual handphone, dan Quinn Harris (Elizabeth Lail). (Sumber foto: Official Trailer Countdown)

Tak cukup di situ, penonton juga kemudian dipaksa tertawa dengan unsur komedi yang penempatannya kurang pas dan juga tidak lucu.

Sangat disayangkan bagaimana Dec memakai durasi yang cukup banyak untuk subplot yang kurang perlu, hingga melucu tak jelas menggunakan kameo penjual handphone.

Ia justru lupa menggambarkan bagaimana dampak aplikasi ini terhadap dunia luas, serta menjelaskan siapa yang memasang aplikasi ini di toko daring.

Pada akhirnya, Countdown adalah film horor yang setengah-tengah. Film ini mungkin memiliki beberapa momen yang menyenangkan, namun kekurangan amunisi untuk membungkus keseluruhannya secara prima. *

Editor: Ade Irwansyah

feby@gmail.com'
the authorFeby Ferdian

Leave a Reply