Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Friday, December 6, 2019
redaksi@topcareer.id
Profesional

Sering Lakukan Kesalahan? Jangan Jalani 3 Profesi Ini

Dok. Forsa

Topcareer.id – Melakukan kesalahan dalam bekerja? Hal itu bisa dianggap wajar, karena banyak orang yang menganggap kesalahan merupakan suatu proses dari pembelanjaran. Tapi bagaimana dengan kesalahan yang dapat berakibat pada hidup mati seseorang?

Dilansir dari Payscale.com Senin (11/11/2019) Jangan coba-coba melakukan kesalahan sekecil apapun pada 3 profesi ini nih, karena dapat berakibat fatal untuk diri sendiri maupun khalayak banyak lho.

Air traffic controller (ATC)
Petugas lalu lintas udara ini memiliki gaji sebesar USD 84 ribu atau setara Rp 1,18 miliar pertahun, lho. Bukankah itu gaji yang menggiurkan? Tapi jangan salah, tanggung jawab dan resiko yang ada pada pekerjaan ini pun sangat besar dan berkaitan dengan nyawa banyak orang. Mereka bertugas untuk mengatur lalu lintas semua maskapai penerbangan. Ia juga bertugas untuk memberi tahu pilot jika terjadi bahaya selama penerbangan dan kondisi cuaca buruk.

Baca juga: Syarat Jadi Air Traffic Controller: Tak Cuma Modal Pintar

Mereka bertanggungjawab membawa semua penumpang dengan aman sampai di bandara tujuan. Pekerjaan ini membutuhkan perhatian penuh setiap saat, sampai-sampai pekerja ATC hanya diperbolehkan bekerja selama 30 menit pada satu waktu sebelum istirahat. Bisa kamu bayanngkan betapa besar risikonya jika mereka melakukan kelalaian?

Tukang las bawah laut
Membantu memperbaiki hal-hal seperti anjungan minyak lepas pantai dan kapal besar, tukang las bawah laut ini digaji sebesar US$58 ribu atau setara dengan Rp 816 juta pertahun. Bahaya terbesar bagi tukang las bawah laut ini adalah risiko terkena sengatan listrik dan ledakan bawah laut. Bil kejadian, konsekuensinya mati. Industri penyelaman komersial, OSHA setidaknya melaporkan ada 6 hingga 13 tukang las bawah laut yang meninggal dalam setahun.

Teknisi Lab BSL-4
Bekerja dengan material biologis yang berbahaya dan penyakit menular membuat mereka digaji sebesar USD 38,69 per tahun atau setara dengan Rp 544 juta pertahun. Tanpa dedikasi mereka untuk melakukan penelitian dan keamanan, penyakit mematikan berpotensi tersebar dan melenyapkan manusia dari bumi ini. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply