Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Friday, December 6, 2019
redaksi@topcareer.id
Tren

Mayoritas Orang Kini Belanja Lewat Smartphone. Apa Dampak Globalnya?

Sumber foto: noypigeeksSumber foto: noypigeeks

Topcareer.id – Belanja lewat mobile phone dan sosial media rasanya bukan jadi hal yang asing di era ini. Bahkan menurut sebuah studi terhadap 22.000 pembeli di seluruh dunia, 78 persennya mengatakan mereka telah berbelanja melalui smartphone dalam 6 bulan terakhir.

Studi yang ditugaskan oleh PayPal ini mengatakan, perdagangan seluler tidak hanya tumbuh pada skala global, tetapi juga melampaui pembagian generasi dan platform.

Meski ada 78 persen pembeli berbelanja lewat smartphone, sayangnya hanya 63% pedagang yang telah mengoptimalkan saluran belanja seluler mereka untuk menerima pembayaran mobile.

Baca juga: Menjamurnya Influencer di Dunia Maya, Ini Kata Najwa

“Itu celah 15 persen poin dalam bisnis yang kehilangan dengan tidak mengambil keuntungan dari ledakan pertumbuhan mobile commerce,” tulis Chris Morse, Senior Director penelitian Mobile Commerce PayPal.

Studi ini dilakukan oleh Ipsos dari 23 Juli hingga 25 Agustus 2019. The 2019 Commerce Index mewawancarai 22.000 konsumen berusia 18 hingga 74 yang memiliki smrtphone. Serta 4.602 influencer bisnis atau penjual yang melakukan pembayaran online ke konsumen dan bisnis dari 11 negara.

Implikasi global dari perilaku belanja lewat smartphone

Menurut para peneliti, India memiliki penggunaan perdagangan seluler tertinggi di Asia. Sebesar 70% responden India mengatakan mereka sebenarnya lebih suka berbelanja di smartphone mereka. India adalah satu-satunya negara terkemuka di mana adopsi bisnis lebih tinggi daripada preferensi konsumen.

Menariknya, pemilik bisnis India memahami pentingnya melayani pasar yang sedang tumbuh ini, dengan 81% responden melaporkan bahwa mereka telah bekerja untuk mengoptimalkan pengalaman belanja lewat smartphone mereka.

Baca juga: Fakta dan Karakteristik Gen Z yang Wajib Kamu Tahu

Sementara, di pasar Eropa, 83% pembeli Italia melakukan pembelian online melalui smartphone mereka. Tidak seperti India, hanya 65% toko di Italia yang memiliki situs web atau aplikasi yang dioptimalkan untuk smartphone.

Di Amerika Utara, Amerika Serikat secara mengejutkan memimpin dalam tren perdagangan seluler, dengan 72% responden mengatakan bahwa mereka telah berbelanja dari ponsel mereka sebelumnya.

Terlepas dari tren yang berkembang, para peneliti mengatakan AS memiliki angka terendah kedua dalam optimasi bisnis untuk pembeli ponsel, karena hanya 57% bisnis mengatakan mereka menawarkan pengalaman seperti itu. Kurangnya pengalaman belanja seluler yang dioptimalkan dapat menyebabkan hilangnya pendapatan untuk bisnis.

Menurut peneliti, 21% responden mengatakan alasan utama konsumen tak peduli tren berbelanja lewat smartphone, karena bisnis tidak menawarkan metode pembayaran pilihan mereka. Lebih dari setengah (53%) responden mengatakan mereka menggunakan PayPal untuk pembelian lewat smartphone, dengan 44% mengatakan mereka menggunakan kartu kredit untuk menyelesaikan transaksi seluler. *

Editor: Ade Irwansyah

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply