Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Friday, December 6, 2019
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Keingintahuan Jadi Kemampuan yang Diinginkan Rekruter

Topcareer.id – Banyak soft skill yang bisa menjadi bekal untuk meraih kesuksesan karier di era ini. Salah satunya soal keingintahuan. Kemampuan keingintahuan seseorang saat ini menjadi pertimbangan dalam perekrutan.

John Ryan, Presiden sekaligus CEO pengembangan kepemimpinan, Centre for Creative Leadership mengatakan bahwa keingintahuan, adalah keterampilan penting di tempat kerja, yang semakin penting ketika para pemimpin berupaya menavigasi lanskap bisnis yang tidak pasti.

“Keingintahuan tidak selalu mudah. Bagi sebagian orang, ini mungkin ditekan oleh sistem sekolah dan masyarakat, yang sering membuat orang enggan menyebut pertanyaan bodoh,” kata Ryan dalam laman CNBC Make It.

Baca juga: Apa yang Paling Disesali Orang dalam Berkarier?

Untuk memperoleh kandidat dengan rasa keingintahuan yang tinggi, Ryan hanya akan bertanya hal-hal sederhana. Lagipula, kata dia, pertanyaannya hanyalah sepotong kecil dari teka-teki. Menurut Ryan, ini benar-benar tentang mendapatkan jawaban di balik jawabanmu.

“Saya biasanya bertanya tiga pertanyaan apa pun yang saya ajukan. Itu bisa berkisar dari ‘apa yang kamu baca?’ Hingga ‘apa hobimu”’

Ini adalah teknik yang diilhami oleh ilmu nuklir, kata Ryan, dan itu dirancang untuk melihat apakah para kandidat memiliki salah satu keterampilannya yang paling berharga, yakni keingintahuan.

Itulah yang mereka latih, lanjutnya, untuk apa yang kamu lakukan dalam tenaga nuklir, dan kemudian kamu memiliki jawaban yang sebenarnya. Jika bertanya tiga pertanyaan ‘mengapa’ pada pertanyaan apapun, kamu bisa mengetahui apakah mereka benar-benar memiliki rasa ingin tahu.

Baca juga: Ini Karier Berdasarkan Kepribadian (Sanguine, Phlegmatic, Choleric, Melancholic)

Kemudian, setelah mengajukan dua atau tiga pertanyaan sendiri, ia menyerahkannya kepada orang yang diwawancarai untuk memimpin.

“Setelah melalui beberapa putaran, saya tahu mereka sangat kompeten dan berkinerja baik, jadi saya ingin melihat seberapa sadar mereka. Apa yang mereka tanyakan kepada saya?”

“Saya hanya akan berbicara selama 15 atau 20 menit dan kemudian mengatakan: ‘Apa yang ada di pikiranmu?’ Dan orang-orang yang punya keingintahuan yang tinggi akan melakukannya dengan baik dan mereka dipekerjakan,” jelas Ryan. *

Editor: Ade Irwansyah

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply