Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Wednesday, January 22, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Kurang Pengalaman atau IPK Tak Tinggi? Begini Siasati Kelemahan di CV

Ilustrasi. Sumber foto: PixabayIlustrasi. Sumber foto: Pixabay

Topcareer.id – Bagi seorang pencari kerja, senjata dalam mendapat pekerjaan impian adalah Curriculum Vitae (CV). Sedikit saja celah atau kekurangan informasi dalam CV, akan berakibat proses mendapat pekerjaan impian tersendat.

Isu penting seperti gelar, latar pendidikan, dan riwayat pekerjaan menjadi sesuatu yang wajib ditonjolkan.

Tapi, bagaimana jika data pendidikan atau pengalaman kerja kamu kurang spektakuler atau biasa-biasa saja? Bukan berarti pekerjaan impian mustahil. Yang perlu kamu lakukan, mengatur strategi dalam membuat CV.

Baca juga: Cara Menjelaskan Waktu Kosong yang Panjang di CV

Tonjolkan kemampuan

Dalam dunia kerja, mungkin IPK di atas 3 dari perguruan tinggi ternama menarik perhatian. Namun jika kamu tak memilikinya, bukan berarti kamu tak punya sesuatu untuk ditonjolkan. Apa yang membuat kamu unik? Jika kamu memiliki kemampuan atau pengalaman di area-area tak terduga, tak perlu ragu memasukkannya dalam CV.

Masukkan pula pencapaian-pencapaian apa pun pada pekerjaan sebelumnya. Kamu menguasai bahasa asing? Mampu menjalankan banyak program komputer? Memiliki kemampuan bicara di depan umum yang baik? Ini aset yang harus ditonjolkan.

Jika kamu melamar kerja di dunia kreatif, CV pun harus dibuat sekreatif mungkin. Di samping berbagai pengalaman dan kemampuan menarik, buat CV di media yang unik, tidak hanya selembar kertas putih dengan tulisan berisi data diri saja.

Baca juga: Ini Poin Mengejutkan di CV untuk Senjata Raih Hati HRD

Siasati dengan format

Pada dasarnya ada tiga format dalam membuat CV: kronologis, fungsional, dan kombinasi. Ketika kamu berusaha menyembunyikan kekurangan dalam CV, hindari menggunakan tipe kronologis. CV model kronologis, seperti yang kamu ketahui pada umumnya, merangkum secara kronologis data diri, latar pendidikan, hingga pengalaman kerja yang kamu miliki dengan singkat.

Misalkan kamu sudah menganggur lebih dari tujuh bulan lamanya, latar pendidikan kurang mendukung, atau kamu tak punya pengalaman kerja yang mumpuni. Hal terbaik yang bisa dilakukan, gunakan CV tipe fungsional. Model ini lebih menonjolkan kemampuan dan pencapaian apa saja yang kamu miliki.
Tidak harus dicatat secara kronologis, tapi menggunakan narasi. Fokuskan materi CV pada berbagai kemampuan yang kamu miliki.

Buat rangkuman kemampuan yang kamu kuasai, misalkan kemampuan menjalankan berbagai program komputer, bahasa asing apa saja yang kamu kuasai, atau kemampuan pendukung lainnya. Tekankan bahwa area kemampuan di CV kamu lebih menarik meski miskin pengalaman kerja.

Tapi kelemahan tipe ini, jika menjabarkan kemampuan dan prestasi dengan kalimat yang berbelit-belit serta cenderung tidak menarik, CV kamu berpotensi diabaikan oleh staf HRD. Karenanya, CV model ini menuntut kemampuan kamu merangkum kelebihan dalam rangkaian kalimat menarik.

Untuk menyiasati kebosanan dalam membuat CV model fungsional, gunakan model kombinasi. Presentasikan kemampuan dan pengetahuan serta prestasi yang kamu miliki dengan penjabaran secara kronologis. Keunggulan format ini, kamu bisa membuat narasi secara kronologis atau berdasarkan kategori tertentu.

Dengan demikian pembaca CV kamu bisa langsung membaca poin-poin tertentu yang menurut mereka penting. Tapi sekali lagi, kemampuan menonjolkan kemampuan dan pengalaman amat penting di CV model ini. Selamat mencoba. * Diolah dari berbagai sumber.

ade.irwansyah@gmail.com'
the authorAde Irwansyah

Leave a Reply