Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, August 11, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Cara Unik Bos Microsoft Memandang Work Life Balance

Sumber foto: WartaekonomiSumber foto: Wartaekonomi

Topcareer.id – Ketika Microsoft Jepang menerapkan eksperimen jam kerja 4 hari seminggu demi keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance), perusahaan melihat peningkatan produktivitas hampir 40 persen. Namun, CEO Microsoft, Satya Nadella punya pandangan unik soal work life balance ini.

Ia tak ingin work life balance itu terlihat seperti memisahkan antara pekerjaan dan kehidupan. Sebagai gantinya, Nadella lebih suka menganggapnya sebagai keharmonisan kehidupan kerja, bukan keseimbangan kehidupan kerja.  

“Saya dulu selalu berpikir bahwa kamu perlu menemukan keseimbangan mana yang dianggap santai dan mana yang bekerja,” kata Nadella kepada Australian Financial Review (AFR) pada November.

“Apa yang saya coba lakukan adalah menyelaraskan apa yang sangat saya pedulikan, minat saya yang mendalam, dengan pekerjaan saya,”

Bagi Nadella, keharmonisan kehidupan kerja memberinya kepuasan dan energi yang luar biasa untuk kembali bekerja.

Baca juga: Yuk, Cek Soal Work Life Balance di Negara-negara Lain

Nadella memiliki tiga anak dengan istrinya, Anu, termasuk seorang putra, Zain, 23, yang merupakan disabilitas. Sebagai hasilnya, waktu Nadella didedikasikan menemukan cara-cara teknologi untuk membantu orang melihat dan berbicara.

Pada Mei 2018, ia mengumumkan inisiatif Microsoft USD 25 juta untuk mengembangkan produk AI (artificial intelligent) bagi orang-orang disabilitas.

“Saya melihat Microsoft sebagai platform bagi saya untuk dapat mengejar hasrat saya sendiri. Dan itu memberi saya banyak makna. Menurut saya, itu adalah bentuk relaksasi utama,” kata Nadella.

Memiliki makna dalam pekerjaan adalah prediktor besar kebahagiaan. Dalam survei tahun 2019 dari CNBC/SurveyMonkey, 35 persen orang mengatakan bahwa “kebermaknaan” adalah faktor nomor satu yang berkontribusi pada kebahagiaan mereka di tempat kerja.

“Saya pikir kuncinya adalah untuk tidak berlebihan terhubung pada hal-hal yang bikin stres, tetapi entah bagaimana menjaga hal itu sebagai passion utama yang kamu miliki,” ucap dia.

Baca juga: Cari Work Life Balance dengan Gaji Tinggi? Coba Pekerjaan Ini

Di rumah, Nadella berusaha hadir semaksimal mungkin ketika ia menghabiskan waktu bersama anak-anaknya. “Itulah saat saya ingin hadir. Dan itulah yang memberi saya harmoni dalam melanjutkan apa yang mungkin jadi pekerjaan yang sangat sulit.” ujar Nadella.

Leave a Reply