Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juni 15, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Survei: 1 dari 3 Orang Tolak Tawaran Kerja karena Ulasan Buruk

Sumber foto: Collegegrad.comIlustrasi (Sumber foto: Collegegrad.com)

Topcareer.id – Dalam pencarian kerja, jobseeker akan mempertimbangkan berbagai hal, termasuk ulasan online soal perusahaan.

Faktanya, satu dari tiga pekerja menolak tawaran pekerjaan setelah membaca ulasan negatif tentang perusahaan online.

Studi terbaru itu dilakukan oleh Fractl dengan mensurvei 1.096 pekerja yang meninggalkan ulasan online atas mantan perusahaannya.

Sayangnya bagi perusahaan, mantan karyawan yang tidak puas adalah yang paling mungkin mengunggah pengalaman mereka. Lebih dari setengah pekerja dalam survei melaporkan memberikan bintang satu atau dua bintang kepada perusahaan mereka.

Baca juga: Lamar Kerja bareng Ribuan Orang? Ini Trik Agar Kamu Dilirik!

Delapan dari 10 orang dilaporkan tidak menyesal dengan ulasan yang mereka tinggalkan. Tetapi 12 persen orang berharap mereka bisa menulis lebih negatif. Sebagian besar mantan pekerja mengatakan ulasan mereka jujur, tetapi menurut survei, sekitar 10 persen pekerja mengaku berbohong.

Hampir setengah dari pengulas yang tidak jujur ​​mengatakan bahwa mereka melakukannya untuk merusak reputasi mantan perusahaan mereka.

“Ulasan online hanya memberikan ruang lingkup yang sempit tentang bagaimana rasanya bekerja dengan perusahaan tertentu,” kata Domenica D’Ottavio, peneliti utama untuk studi Fractl dalam laman CNBC.

“Saya pikir para pencari kerja harus mengingat bahwa untuk setiap ulasan bintang 1, ada 10 ulasan bintang 5 yang belum ditulis. Bisa jadi banyak karyawan bahagia yang tidak pernah membuat ulasan,” ucapnya.

Baca juga: Tipe Perusahaan yang Baik untuk Perempuan

Glassdoor, situs ulasan pilihan menurut survei, memungkinkan adanya ulasan dari karyawan atau mantan karyawan, tapi mereka harus mendaftar sebagai pengguna dengan alamat email aktif atau akun jejaring sosial. Setelah diverifikasi, pengguna dibatasi hanya satu ulasan per perusahaan per tahun.

Scott Dobroski, juru bicara Glassdoor, mengatakan bahwa setiap ulasan akan melalui proses peninjauan multi-tier untuk mendeteksi penyalahgunaan. Dia menambahkan bahwa sekitar 5-10 persen dari konten yang dikirimkan ke situs ditolak karena tidak memenuhi standar.

Dobroski mengatakan pencari kerja harus tetap melakukan penelitian sendiri pada perusahaan potensial. Mereka juga dapat mengajukan pertanyaan tentang ulasan negatif yang mereka baca ketika wawancara berlangsung.

Baca juga: Maskapai Penerbangan Akan Diam-diam Ukur Berat Badan Penumpang

Di Glassdoor, Dobroski mencatat rata-rata peringkat perusahaan adalah 3,5 pada skala 5 poin, menunjukkan sekitar 75 persen dari pengulas saat ini dan mantan karyawan umumnya puas dengan pengalaman mereka dengan perusahaan.

“Penting untuk melihat bagaimana perusahaan mengatasi umpan balik karyawannya di Glassdoor. Jika memang ada, maka harus siap dengan pertanyaan untuk mengatasi masalah ini selama proses wawancara dan percakapan dengan perusahaan,” tambah Dobroski.

Tinggalkan Balasan