Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, July 7, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

CEO HBO Asia: Ini Masa Keemasan Serial Televisi

Topcareer.id – Lihat Game of Thrones, bagaimana serial televisi itu begitu dikagumi. Tidak hanya itu, ada Stranger Things, The Walking Dead, Chernobyl, dan masih banyak lagi rentetan serial tv yang kini makin digilai. CEO HBO Asia, Jonathan Spink bahkan menyebut era ini sebagai masa keemasan bagi televisi.

Menurut Jonathan dalam KTT APOS 2019 di Bali, masa-masa yang menyenangkan ada di depan bagi konsumen penggemar konten televisi, karena bisa memiliki begitu banyak konten dan platform untuk dipilih.

“Ini adalah masa keemasan televisi dalam banyak hal. Ada begitu banyak konten yang diproduksi,” ucap Jonathan, seperti dikutip dari laman CNBC.

Namun, tambahnya, itu bisa saja menjadi pedang bermata dua. Tak selamanya keemasan jadi kabar yang menggembirakan, khususnya bagi perusahaan media.

Baca juga: Mengenal Zhang Yiming, Pendiri TikTok yang Misterius

Di satu sisi, sulit juga untuk menjangkau pemirsa karena punya begitu banyak platform berbeda. Di dalam platform, menentukan konten akan jadi masalah.

Itu salah satu potensi bagi perusahaan seperti HBO, yang menawarkan TV linier atau siaran program real-time pada waktu yang dijadwalkan (sebagai lawan dari TV on-demand) yang ditawarkan oleh perusahaan seperti Netflix.

“Saya pikir ini mungkin salah satu keuntungan dari kami masih memiliki layanan linier karena linier mendapatkan audiens yang lebih besar secara instan, lebih banyak buzz dapat dikembangkan,” kata Spink.

Komentarnya datang pada saat raksasa media seperti Disney dan Netflix telah mengeluarkan miliaran demi produksi konten.

Sebelumnya pada bulan April, Disney meluncurkan rencana untuk layanan streaming sendiri, Disney +, dan harganya secara signifikan lebih rendah daripada paket terpopuler di Netflix.

Baca juga: Mengenal Zhang Yiming, Pendiri TikTok yang Misterius

Game of Thrones

HBO juga telah menuangkan uang ke dalam konten, episode musim terakhir drama hits Game of Thrones diperkirakan menelan biaya USD 15 juta, menurut laporan Variety. Jonathan mengakui bahwa tidak setiap acara TV memiliki produksi yang sangat mahal.

Mengenai masalah pembajakan konten, Spink mengatakan itu adalah masalah tunggal terbesar untuk semua bisnis di industri ini.

“Saya pikir Game of Thrones episode pertama musim lalu diunduh sekitar 70 juta kali secara ilegal dalam tiga hari. Tahun ini tidak akan berbeda, bahkan mungkin lebih besar,” prediksinya pada 2019 lalu.

Spink mendesak pemerintah, regulator, penegak hukum dan industri untuk terlibat.

Leave a Reply