Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, September 25, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

10 Trik Jaga Berat Badan Setelah Usia 40

Ilustrasi. (dok. Denise Austin)

Topcareer.id – Ketika mencapai usia 40, ada begitu banyak alasan untuk merayakannya, namun itu juga berarti bahwa beberapa hal akan menjadi lebih sulit. Seperti menurunkan berat badan bukan lagi hal yang mudah dilakukan saat usia sudah di atas 40 tahun.

Alasan nomor satu semakin sulit untuk menurunkan berat badan pasca 40 adalah karena metabolisme tubuh melambat setiap tahun, membuatnya lebih sulit untuk membakar kalori. Tubuh juga cenderung kehilangan massa otot seiring bertambahnya usia, dan otot membakar kalori lebih cepat daripada lemak.

Mengutip Prevention.com, Selasa (28/01/2020), jangan khawatir, berikut ini beberapa cara untuk mengakali metabolisme yang melambat dan mudah menurunkan berat badan setelah usia 40.

Baca juga: Terus Berkarier di Atas Usia 70, dari Kiper, Petinju hingga Sutradara

Buat daftar alasan ingin menurunkan berat badan
Mereka yang paling berhasil menurunkan berat badan setelah usia 40 melakukannya ketika mereka memiliki alasan yang sangat jelas mengapa ingin lebih ramping. Harus memiliki kesadaran mental agar siap untuk berubah. Jika tidak terlibat secara mental, itu tidak akan terjadi.

Seimbangkan menu
Membatasi karbohidrat olahan dan makanan olahan dari diet dapat membantu memerangi resistensi insulin yang berkaitan dengan usia dan meningkatkan kadar gula darah yang stabil. Memasukkan lebih banyak protein ke dalam makanan juga dapat membantu mengurangi rasa lapar dan membuat kenyang lebih lama sehingga tidak tergoda untuk mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Berhati-hatilah dengan ukuran porsi
Kebutuhan kalori setiap orang berbeda, tetapi secara umum, seorang wanita yang biasanya mengonsumsi 2.000 kalori per hari harus berusaha mengurangi menjadi 1.500–1.600 sehari untuk menurunkan berat badan.

Pertimbangkan untuk sesekali berpuasa
Ada berbagai metode untuk mempraktekkan ini termasuk diet 16: 8, yang membatasi makan hingga 8 jam dan puasa selama 16 jam. Penelitian telah menunjukkan bahwa puasa ini tidak hanya bermanfaat bagi penurunan berat badan, tetapi juga dapat membantu mengendalikan pradiabetes dan diabetes.

Makan lebih sedikit kalori
Peningkatan resistensi insulin mungkin membuatmu merasa lebih lapar. Membagi makanan menjadi tiga kali makan berukuran sedang dan satu atau dua camilan kecil akan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply