Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Januari 26, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Virus Korona Bisa Jadi Wabah Tahunan

Ilustrasi coronavirus. (dok. CNN)

Topcareer.id – Virus korona yang semula menghantui Wuhan, China, kini menyebar dan membuat seluruh negara di dunia waspada. Bahkan, salah satu dokter lulusan dari John Hopkins menyebut virus korona ini bisa jadi wabah tahunan.

Sarjana senior Johns Hopkins Dr. Amesh Adalja mengatakan bahwa coronavirus baru kemungkinan akan menyebabkan wabah tahunan, dengan sebagian besar kasus ringan.

“Itu akan menjadi bagian dari keluarga virus pernapasan musiman yang menyebabkan penyakit,” kata Adalja kepada CNBC.

Baca juga: Wabah Virus Korona, Impor Makanan dan Minuman dari China Distop

Namun, ia berharap wabah saat ini berubah menjadi pandemi ringan dan menyebar lebih lanjut di Amerika Serikat. Saat ini, hanya ada 11 kasus AS yang dikonfirmasi, menurut CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit).

Komisi Kesehatan Nasional China pada Selasa (4/2/2020) mengaatakan bahwa kasus virus korona yang dikonfirmasi di negara itu menjadi 20.900. Korban tewas naik menjadi 425 di sana – dengan satu kematian di Filipina dan satu di Hong Kong.

Banyak profesional kesehatan dan analis percaya jumlah kasus menjadi jauh lebih tinggi, yang dapat membawa tingkat kematian di bawah 2% saat ini.

Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular NIH, dan mantan Komisaris FDA Scott Gottlieb mengatakan kepada CNBC dalam beberapa hari terakhir bahwa mereka juga percaya wabah virus korona akan berubah menjadi pandemic (wabah yang berjangkit di mana-mana, meluas).

Pejabat kesehatan dapat menyatakan “pandemi” jika virus itu mulai mempengaruhi lebih banyak orang di seluruh dunia. Istilah epidemi untuk penyebaran yang lebih bersifat lokal.

Baca juga: China Marah Besar Benderanya Diubah Menjadi Gambar Virus Korona oleh Media Denmark

“Penting bagi kita untuk mengetahui seberapa parah dan siapa yang memiliki faktor risiko, sehingga kita dapat melindungi individu-individu itu,” kata Adalja.

“Banyak orang akan menderita penyakit ringan, akan lebih seperti penyakit seperti flu bagi banyak orang, tetapi bagi sebagian orang itu mungkin sangat parah.”

Adalja membandingkan virus korona dengan wabah flu babi H1N1 2009, yang sekarang dilihat sebagai virus flu biasa. Pandemi flu babi menewaskan sekitar 285.000 orang pada saat itu, tetapi memiliki tingkat kematian yang rendah. Wabah SARS 2002-2003 memperlihatkan 8.098 kasus dan 774 kematian, angka kematian 9,56%.

“Mungkin ada lebih banyak orang yang terinfeksi di China yang belum benar-benar dihitung karena mereka asimptomatik atau gejala mereka sangat ringan sehingga mereka tidak menjadi perhatian otoritas kesehatan,” kata Fauci kepada CNBC. *

Editor: Ade Irwansyah

Tinggalkan Balasan