Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, October 27, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Korona Mewabah di Iran: Wakil Menkes Terinfeksi, 50 Orang Tewas

Warga Iran memakai masker saat di luar rumah. (dok. AP)

Topcareer.id – Jika Korea Selatan menjadi negara terbesar kedua yang terinfeksi virus (1.146 orang) setelah China, kini Iran disebut sebagai negara dengan kasus kematian terbesar kedua setelah China. Kementerian Kesehatan Iran pada Selasa (25/2/2020) mengkonfirmasi 15 kematian akibat virus korona.

Sementara itu kantor berita setempat ILNA mengatakan jumlah yang meninggal 50 orang hingga Senin (24/2/2020) kemarin.

Pemerintah Iran juga mengatakan ada 95 kasus saat ini. Pejabat teras Iran bahakn terinfeksi virus. Wakil Menteri kesehatan Iran, Iraj Harirchi, telah dites positif untuk virus korona. Padahal, sebelumnya ia sempat mengecilkan kekhawatiran wabah dengan mengatakan virus hanya akan berlangsung beberapa hari.

Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, mayoritas kasus virus korona di Iran dikaitkan dengan Qom, kota suci utama bagi peziarah Syiah 85 mil selatan Teheran.

Baca juga: Wabah Korona Landa Korea, Hati-hati buat yang Mau Ketemu Oppa

Penyebaran virus yang cepat di Iran menandakan risiko yang lebih besar ke wilayah yang lebih luas. Iran terhubung ke seluruh Timur Tengah melalui perjalanan oleh peziarah dan pekerja.

Dilansir dari CNBC, pakar regional menyampaikan bahwa situasi ekonomi Iran yang terpuruk, membuat negeri itu sangat tidak siap untuk menangani wabah yang semakin intensif.

“Iran mungkin adalah contoh pertama dari tingginya insiden COVID-19 di negara dengan infrastruktur kesehatan masyarakat yang relatif lemah,” Hasnain Malik, direktur pelaksana strategi ekuitas pasar perbatasan di Tellimer, yang berbasis di Dubai mengatakan kepada CNBC.

Baca juga: Fakta Baru, Pasien Bisa Menularkan Virus Korona Tanpa Gejala Sakit

Beberapa negara di kawasan teluk, Irak, Kuwait, Afghanistan, Bahrain dan Oman, melaporkan kasus virus korona pertama mereka pada hari Senin (24/2/2020), yang mereka katakan terkait dengan Iran. Hal itu meningkatkan kekhawatiran penyebaran lebih luas ke seluruh wilayah.

Libanon, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan bahkan Kanada telah melaporkan kasus yang mereka katakan berasal dari Iran.

“Dampak regional paling besar bagi pusat-pusat wisata dan ziarah seperti Dubai, Mekah dan Karbala (di Irak) dan perusahaan terkait lainnya,” kata Malik.

“Maskapai penerbangan regional, khususnya yang sudah terjepit oleh utang tinggi, mereka adalah perusahaan yang paling terpukul,” tambahnya.

Peran Iran sebagai pusat ziarah keagamaan kaum Syiah di kawasan itu memperburuk risiko wabah. “Sejumlah besar orang berkumpul di tempat-tempat yang sering padat, sehingga meningkatkan risiko penularan,” Osman Dar, seorang direktur proyek di Program Kesehatan Global Rumah Chatham, mengatakan kepada CNBC melalui email. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply