Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Januari 22, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Apa yang Kita Makan Ternyata Pengaruhi Kesehatan Mental

Ilustrasi. Sumber foto: gazeta-shqip.comIlustrasi. Sumber foto: gazeta-shqip.com

Topcareer.id – Kesehatan mental dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah makanan. Studi menunjukkan bahwa orang dewasa yang mengidap masalah kesehatan mental, serta anak-anak dengan ADHD, memiliki tingkat antioksidan yang sangat rendah.

Dalam laman Thrive Global, Mark Hyman, seorang dokter keluarga dan juga advokat yang diakui secara internasional di bidang Kedokteran Fungsional menulis contoh, laki-laki berusia 56 tahun dengan depresi yang melumpuhkan seumur hidup, membaik dengan diet konsisten dan minum koktail vitamin B.

“Saya ingat seorang pria yang mengalami serangan panik hebat setiap sore. Ternyata dia suka makan makanan yang sangat tinggi gula dan pati, itu kemudian berayun liar dalam gula darahnya, yang memicu kecemasan,” kata Mark Hyman.

“Ketika dia mengurangi gula dan pati, kecemasan dan serangan paniknya lenyap. Kisah-kisah ini bukan anomali. Mereka adalah hasil yang dapat diprediksi dari menerapkan obat nutrisi.”

Dalam beberapa tahun terakhir, jurnal medis besar telah dengan jelas menunjukkan hubungan antara nutrisi dan kesehatan mental.

Baca juga: Depresi Bisa Diobati, Ini Penjelasannya

The Lancet Psychiatry, sebuah jurnal medis terkemuka, memetakan bagaimana pengobatan nutrisi adalah kunci bagi kesehatan mental dan psikiatri.

Kualitas makanan secara keseluruhan, kadar gula yang tinggi, dan defisiensi nutrisi yang merajalela (termasuk lemak omega-3, seng, magnesium, vitamin D, dan vitamin B), semuanya mendorong penyakit mental.

“Kami telah membahas biaya obesitas dan penyakit kronis, tetapi sebagian besar tidak menghubungkan penyakit mental dengan biaya penyakit kronis. Padahal, biaya penyakit mental hingga beban ekonomi jauh lebih besar daripada biaya penyakit jantung, diabetes, dan kanker,” jelasnya.

Masalah kesehatan mental mungkin tidak mengarah pada tingkat kematian yang sama dengan diabetes atau penyakit jantung, tetapi mereka menyebabkan lebih banyak tahun yang buruk dan kehilangan produktivitas.

Sebagai contoh, tahun-tahun kehidupan yang hilang karena keterbatasan dan kehilangan produktivitas akibat penyakit mental delapan kali lipat besarnya dari penyakit jantung. Sebagian karena itu mempengaruhi orang-orang yang lebih muda.

Baca juga: Istri Bergaji Lebih Tinggi Cenderung Mengalami Depresi, Kok Bisa?

Studi populasi telah menemukan bahwa lebih banyak buah dan sayuran dikaitkan dengan prevalensi penyakit mental yang lebih rendah.

Junk food menciptakan tekanan psikologis sedang hingga berat. Jadi ada baiknya kamu mulai mengurangi kentang goreng, makanan cepat saji, dan gula.

Tinggalkan Balasan