Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Januari 26, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

Sisi Positif Kutu Loncat yang Layak Dipertimbangkan Perusahaan

Ilustrasi. (dok. TLNT)

Topcareer.id – Sebagian besar perusahaan enggan merekrut calon karyawan yang mereka anggap sebagai job hopper atau kutu loncat yang terlalu sering berpindah-pindah pekerjaan.

Beberapa orang memiliki alasan mengapa mereka bisa menjadi job hopper, bisa jadi karena memang perusahaan lamanya tidak menghargai kinerjanya, atau bisa juga atasan lamanya berperilaku buruk terhadap mereka.

Sebetulnya sah-sah saja bagi HRD untuk menerima job hopper bergabung di perusahaannya. Karena masih ada hal baik dari para job hopper yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan.

Seperti dilansir dari Forbes.com, Senin (02/02/2020), berikut ini beberapa alasan positif untuk merekrut job hopper.

Baca juga: Milenial Dianggap Kutu Loncat? Ini Kata Penelitian

Tidak takut untuk memasuki situasi baru
Para job hopper sudah melakukannya berkali-kali. Belajar adalah tantangan yang semua orang harus hadapi di tempat kerja. Mereka sudah banyak belajar di banyak tempat. Kemampuan beradaptasi dan mempelajari hal baru sangat dibutuhkan setiap perusahaan sekarang.

Memiliki jaringan luas
Itu penting bagi mereka, dan bermanfaat bagi perusahaan. Jaringan bisa memberi kami ide-ide baru, dukungan moral, dan koneksi ke berbagai komunitas. Ini adalah faktor penentu keberhasilan bagi karyawan dan organisasi secara keseluruhan. Jangan meremehkan mereka!

Berpengalaman dengan banyak manajer
Mereka telah belajar bagaimana beradaptasi dan berhadapan dengan gaya manajemen yang sangat berbeda.

Baca juga: Selain Gaji, Ini yang Dicari Milenial saat Bekerja

Lebih banyak pengalaman kerja
Mereka cukup percaya diri dalam kemampuannya untuk mencoba sesuatu yang baru ketika situasi lama tidak berhasil lagi bagi mereka. Sepertinya perusahaan tidak akan rugi mempekerjakan orang yang penuh percaya diri dan tahu betul akan kemampuannya bahwa mereka sanggup memberi kontribusi terbaik.

Mereka berguna untuk menghadapi perubahan
Para job hopper tidak akan merasa cukup dengan hal-hal yang sama agar menjadi sukses. Mereka terbiasa untuk melakukan perubahan agar tujuan mereka tercapai. Perusahaan bisa memanfaatkan kemampuan mereka dalam hal tersebut untuk memajukan perusahaan.

Mengenali tanda keberhasilan maupun kegagalan
Mereka adalah orang-orang dengan banyak bekas luka pertempuran kerja untuk membuktikan pengalaman mereka dengan proyek yang sukses dan tidak berhasil. Bekas luka pertempuran yang menjadi pengalaman para job hopper tersebut akan sangat berharga bagi perusahaan. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan