Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Juni 20, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Rektor LSPR Rilis Buku `Melawan Hegemoni Perfilman Hollywood`

Syuting Avengers: Endgame. (dok. Marvel/Disney)

Topcareer.id – Pada pembukaan acara penghargaan Huawei Film Awards (HFA) yang bekerjasama dengan London School Of Public Relations (LSPR), Dr. Andre Ikhsano, rektor kampus tersebut juga melakukan launching buku karyanya yang terkait dengan perfilman Indonesia. Judul bukunya Melawan Hegemoni Perfilman Hollywood.

Buku karya Andre ini dibuat terinspirasi dari curhatan di Twitter sutradara Hanung Bramantyo pada tahun 2011 silam mengenai tingginya pajak perfilman Indonesia.

Dalam bukunya, Andre memaparkan beberapa fakta film Indonesia di tengah pusaran perfilman global. Pasar film Indonesia menduduki peringkat 15 bagi pasar studio besar Hollywood yang tergabung dalam MPAA (Motion Pictures Association of America).

Baca juga: Nonton Film di Bioskop Sama dengan Nge-Gym?

Jumlah penonton film Indonesia semakin meningkat sejak tahun 2015 dengan 21 juta penonton, 42 juta penonton di tahun 2017, dan kembali meningkat pada tahun 2018 dengan 51 juta penonton.

“Pada tahun 2015 Pemerintah mencabut film dari Daftar Investasi Negatif (DIN), dan ini menjadi angin segar bagi para investor asing untuk masuk dalam dunia perfilman kita,” kata Andre. Data Kementrian Keuangan 2015 menyebut industri film menyumbang 0.16% dari total PDB. 2018 melonjak signifikan menjadi 6.09%.

Undang-undang Perfilman No. 33 Tahun 2009 pasal 32, mengatur jam penayangan film Indonesia sebanyak 60% dari seluruh jam pertunjukkan film yang beredar selama 6 bulan berturut-turut. Namun, jumlah produksi film Indonesia per tahun tidak sebanyak yang dihasilkan oleh Hollywood. Hal ini menjadi salah satu bagian dari buku karyanya. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan