Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, June 4, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Ini Perbedaan ODP, PDP, Suspect, dan Gejala Penyakit COVID-19

Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah penanganan Covid-19. (dok. Antara)

Topcareer.id – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona Achmad Yurianto menyebutkan, ada tiga tingkatan status sebelum akhirnya seorang dinyatakan positif COVID-19.

Ketiga tingkatan tersebut adalah ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), dan Suspect.

Sebagai warga negara yang peduli terhadap penyebaran virus corona, perlu untuk mengetahui apa perbedaan dari ketiga tingkatan tersebut dan harus mengetahui serta memahami apa saja gejala dari orang yang terpapar virus corona. Berikut ini penjelasannya.

Orang dalam pemantauan (ODP)
Status ODP diberikan kepada mereka yang memiliki gejala ringan seperti panas badan atau gangguan saluran pernapasan ringan, dan pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan virus tersebut.

Orang sehat yang pernah kontak erat dengan kasus terkonfirmasi Virus Corona Covid-19 juga bisa menjadi ODP.

Orang dalam pemantauan (ODP) belum menunjukkan gejala sakit akibat virus corona. Namun, jangan sepelekan hal ini, karena faktanya banyak kasus terbaru dari Virus Corona Covid-19 pasien yang terinfeksi tidak mengalami gejala dasar yang diungkapkan sebelumnya. Orang dengan status ODP harus segera mengisolasi diri di rumah.

Baca juga: Deretan Artis Dunia dan Indonesia yang Dinyatakan Positif COVID-19

Pasien Dalam Pengawasan (PDP)
Status PDP diberikan kepada mereka yang memiliki gejala Virus Corona Covid-19 yang lebih berat seperti panas badan (demam) dan gangguan saluran pernapasan. Gangguan saluran pernapasan itu bisa ringan atau berat, serta pernah berkunjung ke atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan virus Corona.

Status PDP juga bisa dikatakan memiliki indikasi atau diketahui pernah melakukan kontak secara langsung dengan pasien yang positif corona.

Pasien dengan status PDP diharuskan untuk menjaga jarak dengan orang lain untuk mencegah penularan yang lebih banyak.

Pasien PDP ringan akan diisolasi di rumah, PDP tingkat sedang harus dirawat di RS darurat, dan untuk PDP berat, pasien harus dirawat di RS rujukan khusus penanganan COVID-19.

Orang Suspect Corona
Status Suspect Corona diberikan kepada pasien yang diduga kuat terinfeksi dengan virus Corona. Ciri-ciri orang yang masuk pada kategori ini adalah yang mengalami seluruh gejala COVID-19 dan juga pernah melakukan kontak dengan pasien yang dinyatakan positif terkena virus corona.

Pasien dengan Status Suspect Corona bisa dikatakan termasuk dalam Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga. Namun, bukan berarti orang tersebut merupakan positif terkena Virus Corona Covid-19, untuk lebih lanjut biasanya pasien Suspect Corona akan di test apakah pasien Suspect Corona sudah terinveksi Virus Corona Covid-19 atau tidak.

Suspect corona akan diperiksa menggunakan dua metode, yaitu Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Genome Sequencing.

Berikut gejala yang terjadi jika diduga terkena virus corona.

Gejala ringan (Isolasi di rumah)

  • Demam dengan suhu tubuh sekitar 38 derajat celsius
  • Batuk
  • Nyeri tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Malaise

Gejala sedang (Rawat di RS darurat)

  • Demam dengan suhu tubuh mencapai 38 derajat celsius
  • Sesak napas
  • Batuk menetap dan sakit tenggorokan
    Untuk anak-anak gejalanya:
  • Batuk dan takipneu
  • Anak dengan penumonia akan mengalami batuk/kesulitan bernapas dan bernapas cepat
    Frekuensi napasnya:
    < 2 bulan (60 x / menit)
    2 – 11 bulan (50 x / menit)
    1 – 5 tahun (40 x / menit)

Gejala berat (Rawat di RS rujukan)

  • Demam dengan suhu tubuh melebihi 38 derajat celsius
  • Ada infeksi saluran napas dengan tanda-tanda:
    a. Peningkatan frekuensi napas (30x per menit) hingga sesak napas (respiratory distress)
    b. Batuk
    c. Penurunan kesadaran
    Dalam pemeriksaan lebih lanjut ditemukan saturasi oksigen kurang dari 90% udara luar dalam pemeriksaan darah. Leukopenia, peningkatan monosit dan peningkatan limfosit atipik. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply